Jelang New Normal, Sawahlunto Promosikan Wisata Secara Virtual

oleh -118 views

Sawahlunto, dekadepos.com

Menjelang kembali pulihnya dunia pariwisata atau new normal akibat pandemi Covid – 19 yang telah meluluh lantakkan pelaku pariwisata Indonesia bahkan dunia, Kota Sawahlunto mulai mempromosikan wisata melalui program Virtual Tour.

Para travelermenjelajahi dan mengekplorasi keindahan kota tua warisan dunia Sawahlunto. Memanfaatkan teknologi dan fasilitas daring sebanyak 77 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti virtual tour Kota Sawahlunto yang digagas Pirtual Project, Minggu (17/5).

Tak tanggung tanggung kedatangan wisatawan disambut langsung oleh Walikota, Deri Asta, Kepala Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman, Halomoan dan hadir juga dari Kemenparekraf, Dispar provinsi dan beberapa universitas negeri dan swasta yang dipandu oleh Kabid Peninggalan Bersejarah, Rahmad Gino Sea Games.

“Peserta tur Virtual mengeksplor Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, yaitu wisata sejarah penambangan batubara selama dua jam mensimulasikan perjalanan 3 hari dan 2 malam,” ujar Rahmad Gino.

Secara virtual sebutnya, telah dikemas kegiatan dan lokasi yang akan dijelajahi seperti museum, kota tua dan tempat wisata lainnya. Jelajah daring yang dikemas dalam ngabubu Trip ini, wisatawan akan dapat mengetahui potensi serta sejarah tambang batubara pertama di Indonesia hingga menjadi kota yang diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO tersebut.

“Vitual tour ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan  setelah kondisi pandemi ini kembali normal,” ujarnya.

Peserta wisata virtual sebutnya,  juga diberikan kesempatan untuk membeli oleh-oleh khas Sawalunto seperti Tenun Silungkang, Keripik Tahu, atau aneka hiasan batu bara. 

“Mereka bisa merasakan pengalaman wisata virtual ini layaknya pengalaman bagaimana aktualisasi wisata umumnya. Mereka datang beli oleh-oleh, sehingga berkesan. Tak hanya itu tujuan menyertakan penjulaan oleh-oleh khas Sawahlunto adalah untuk mendorong perekonomian masyarakat umkm pariwisata di sawahlunto yang mengalami kemerosotan usaha akibat dampak pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

Mengutip siaran pers Founder Pirtual Project, Reza Permadi menyebutkan, respon masyarakat untuk mencoba dan mengikuti kegiatan ini sangat baik. Hal ini menurutnya dilihat dari meningkatnya jumlah peserta di tiap penyelenggaraanya. Sawahlunto dipilih menurutnya lantaran banyak daya tarik wisata yang  menarik serta konsep wisata heritage nya yang sangat otentik bernuansa kolonial dan jarang dimiliki di wilayah lainnya di Indonesia. Terlebih konsep wisata warisan kota Sawahlunto yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia.   

Sementara Chief Marketing Pirtual Project, Irwan Thamrin menambahkan, Pirtual Project adalah start up operator perjalan (tour) virtual yang beranggotakan para Mahasiswa Program Studi Pariwisata Berkelanjutan, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran (UNPAD). Pirtual project telah menyelenggarakan sejumlah tur virtual ke sejumlah destinasi pariwisata di Indonesia.(kuga)