Jenazah Warga 50 Kota PDP Dimakamkan

oleh -3.477 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Sempat tertunda, akhirnya pemakaman jenazah salah seorang warga Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota – Sumatera Barat yang meninggal Jumat siang 17 April 2020 di Rumah Sakit Achmad Mukhtar (RSAM) Bukitinggi, yang sebelumnya dirujuk dari RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh dengan keluhan/penyakit Diabetes yang dialami sejak dua tahun terakhir.

Jenazah perempuan berusia 58 tahun itu dimakamkan Sabtu pagi 18 April 2020 di pemakaman milik keluarga di Jorong Balai Malintang Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban. Dari RSAM Bukittingi, Jenazah wanita tiga orang anak itu dibawa menggunakan Ambulance.

Wali Nagari Sitanang, Hardison dt. Tulahir menyebutkan, sehari-hari warganya itu berprofesi sebagai guru dan sejak dua tahun terakhir mengalami sakit diabetes. Setelah disholatkan akan langsung dimakamkan.

” Sehari-hari warga kita itu bekerja sebagai guru, ia mengalami sakit diabetes dan sempat dirujuk ke Bukitinggi sebelum meninggal dunia.” Sebutnya.

Ia juga menambahkan, jenazah warganya itu dimakamkan di pemakaman keluarga yang tidak jauh dari rumahnya. Terkait dengan proses pemakaman yang dilakukan dengan Protap Covid-19, ia meminta warga tidak menduga-duga dengan hal yang tidak jelas sebelum hasil pemeriksaan keluar.

” Proses pemakakan seperti itu hanya untuk antisipasi, kita harap warga jangan dulu menduga-duga, apalagi sampai menyebarkan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Mari kita tunggu hasil pemeriksaan/SWAB nya.” Tutupnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan yang ikut mensholatkan dan melihat langsung pemakaman wanita yang merupakan guru SD nya itu.

” Kita jangan takut yang berlebihan jika ada warga yang meninggal dan dimakamkan sesuai dengan Protap/SOP pemakaman seperti Covid-19, hal itu dilakukan lebih untuk pencegahan ditengah mewabahnya Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.” Sebut Ferizal Ridwan.

Ia juga mengimbau warga Kecamatan Lareh Sago Halaban dan Kabupaten Limapuluh Kota pada umumnya untuk tidak takut yang berlebihan, namun tetap waspada dan menjaga kesehatan.

” Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan jaga kesehatan, serta gunakan masker saat keluar rumah.” Tutupnya.

Sebelumnya terkait meninggalnya salah seorang warga di Nagari Sitanang itu, beredar berbagai informasi, sehingga proses pemakaman sempat tertunda karena pihak keluarga sempat menolak proses pemakaman terhadap ibu mereka dilakukan seperti pemakaman jenazah Covid-19 yang diminta pihak RSAM Bukittingi.

Pasien yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) karena sempat dirawat di Bukitinggi. Sementara pihak keluarga kepada beberapa media menyebutkan orang tua mereka tidak ada kontak dengan anak atau kelaurga yang baru pulang dari Jakarta.

Proses pemakaman jenazah guru itu dikawal sejumlah personil kepolisian dan TNI. Terlihat hadir, Kabagops Polres Payakumbuh, Kompol. Basrial, Kapolsek Luak, AKP. Amirwan. (Edw).