Jhoni Amir: Belum Ada Warga Limapuluh Kota Positif Terjangkit Virus Corona

oleh -124 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Sampai hari ini Selasa 31 Maret 2020 Posko Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota mencatat belum ada warga Kabupaten Limapuluh Kota positif terjangkit virus corona.

Hal itu diungkapkan Ketua Pusdalops PB BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Jhoni Amir, di Posko Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (31/3/2020).

Ditambahkan juru bicara Gugus Tugas Covid -19 dr. Yulva Roza, saat ini ada tujuh orang di Limapuluh Kota yang masuk dalam kategori PDP.

“Dari tujuh orang itu, lima orang telah kita lakukan pemeriksaan. Empat hasilnya telah keluar dan dinyatakan negatif terjangkit Covid -19 dan satu lagi hasilnya masih kita tunggu,” ujarnya.

Untuk dua orang lainnya, dr.Yulva Roza, pihaknya masih menunggu alat metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) yang sudah dipesan sebanyak 500 unit dari dana APBD Kabupaten Limapuluh Kota.

“Setelah alat ini datang, kami akan lakukan pemeriksaan. Kami akan melakukan pengambilan spesimen dan nantinya akan dikirim ke laboratorium,” sebutnya.

dr.Yulva Roza mengatakan, Pemkab Limapuluh Kota memilih tidak menggunakan Rapid Test dianggap kurang efisien, karena hasil rapid test tidak dijadikan jaminan positif atau negatifnya seseorang.

“Walaupun rapid test hasilnya negatif, yang bersangkutan belum dapat dipastikan negatif dan sebaliknya. Ini alasan kami lebih memilih RT PCR,” ujar dr. Yulva Roza.

Untuk saat ini, ulas dr. Yulva Roza, terdapat empat kriteria kasus yang juga memiliki deteksi dan respon yang berbeda. Untuk kriteria pertama, yakni pelaku perjalanan daerah atau negara terjangkit yang belum memiliki gejala akan diminta untuk karantina mandiri dan meminta melaporkan gejalanya.

“Selanjutnya ada orang tanpa gejala, yakni yang kontak langsung dengan pasien yang terkonfirmasi Covid -19. Ini akan kita ambil sampel atau spesimen dan diminta karantina di rumah,” tukuk dr. Yulva Roza.

Ketiga, orang dalam pemantauan yakni orang yang memiliki gejala seperti deman, gejala pernapasan dan riwayat dari negara atau daerah yang ada kasus. Serta gejala pernapasan dan riwayat kontak dengan kasus konfirmasi Covid -19.

“Nantinya akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan dengan PCR dan akan kita minta untuk isolasi diri di rumah,” sebutnya.

Diakui Jhoni Amir, pihaknya mencatat ada 656 pelaku perjalanan atau pendatang yang masuk ke daerah tersebut dari berbagai daerah dalam kurun waktu satu hari.

“ Para pelaku perjalanan yang datang ke Kabupaten Limapuluh Kota merupakan para perantau yang dalam beberapa waktu terakhir berdatangan. Kami mencatat ada kenaikan signifikan, pada Senin itu pelaku perjalanan kita 2.834 orang. Sedangkan pada hari ini (Selasa) pukul 11.00 Wib ada 3.490 orang. Ini memang didominasi perantau kita,” ungkapnya.

Berarti, ada 656 orang pendatang yang baru tercatat masuk ke Limapuluh Kota dalam satu hari. Sedangkan untuk angka pelaku perjalanan tersebut merupakan akumulasi data dari 20 Maret.

“Setiap harinya angka terus bergerak, sebab tim dari Dinas Kesehatan terus bergerak ke lapangan untuk mendata seluruh masyarakat yang baru datang,” ujarnya.

Jhoni Amir mengatakan, orang yang baru masuk ke Limapuluh Kota tersebut kebanyakan berasal dari Riau, pulau Jawa dan Malaysia.

“Kalau dari Riau memang banyak, karena kita berbatasan langsung dengan mereka. Ini yang terus kita data agar seluruhnya dapat terpantau,” ulas Jhoni Amir.

Saat ini, pihaknya memastikan Pos Penanganan Covid -19 Limapuluh Kota di perbatasan masih terus melakukan pemeriksaan kepada setiap kendaraan yang menuju ke daerahnya.

“Sebelumnya itu memang kita memeriksa yang meminta saja. Dalam tiga hari terakhir ini sudah semuanya, sebab APD bantuan dari provinsi juga telah datang,” ujarnya. (edw)