Kadisdik Indrawati: Kunci Sukses Belajar di Masa Pandemi adalah 4 K

oleh -484 views

 

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Hj. Indrawati, S.Pd,M.M.Pd menyatakan, belajar di masa pandemi tidaklah mudah. Sebab, proses pembelajaran dilakukan dengan cara jarak jauh, yakni belajar dari rumah masing-masing. 

Dalam program belajar dari covid-19, ulas Indrawati, para pendidik serta orang tua diminta tidak panik dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kuncinya, pendidik harus membekali diri dengan aspek pedagogik yang benar dalam merancang model PJJ sesuai dengan ilmu pendidikan.


“ Jangan panik dan hindari stres. Situasi saat ini memang baru terjadi dan baru dialami, maka perlu proses adaptasi.  Ini adalah masa adaptasi. Pasti tidak mudah, penuh kebingungan, dan penuh ketidakpastian. Ini normal. Jangan khawatir. Hasil ‘belajar sambil praktek’ dalam PJJ, akan mengurangi rasa kepanikan dan menerima  keniscayaan yang terjadi dengan segala kelebihan dan  kekurangan yang dirasakan, ” pesan Indrawati.


Menurut Indrawati situasi saat ini akan memberikan pelajaran yang baik dalam kehidupan. “Cara terbaik untuk belajar suatu hal baru adalah, ke luar dari zona nyaman. Ini satu-satunya cara untuk memperbaiki diri di masa pandemi. Dengan pemahaman terbatas, berbagai hal dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap  berjalan melalui penerapan berbagai pendekatan PJJ,” ujar Indrawati.

Menurut Indrawati, para guru dapat mencoba project based learning. Belajar dari rumah, bukan berarti harus belajar sendiri. Ajak murid untuk belajar berkolaborasi dengan teman-temannya di dalam suatu grup.

“Ini melatih empati mereka dan juga kemampuan mereka untuk mendorong satu sama lain. Dan secara otomatis, azas gotong royong mereka terbentuk. Belajar dengan sistem PJJ, tidak akan langsung lancar, tetapi harus mulai dicoba. Jangan meremehkan kemampuan anak untuk mengatur dirinya jika mereka saling tergantung dengan murid lainnya,” pesan Indrawati.  

Diakui Indrawati, momen belajar dari rumah merupakan kesempatan untuk memberikan fokus yang lebih banyak kepada murid-murid yang tertinggal dalam pembelajaran saat di kelas. Sehingga mereka bisa lebih percaya diri ketika mereka bergabung lagi di kelas saat covid-19 ini berakhir.

“Momen belajar dari rumah ini mungkin menjadi waktu yang tepat bagi orang tua untuk lebih memahami dan membantu tantangan belajar anak-anak mereka,” imbuh Indrawati.

Lebih jauh diungkapkan Indrawati, kondisi krisis ini memang tidak mudah. Namun, dia mengingatkan agar guru tetap menjalankan perannya sebagai pendidik dengan hati yang senang. Mengajar memang tidak mudah, tapi tidak harus membosankan.

“Walaupun  dalam krisis, ini saatnya kita mencoba hal-hal yang dari dulu mungkin kita masih ragu, tapi di dalam hati kita merasa bahwa ini yang terbaik untuk para murid kita. Maka inilah saat kita mendengarkan insting kita sebagai guru dan orang tua dan bukan mengikuti proses seadanya,” ujar Indrawati.

Tegasnya, ulas Indrawati, inilah saatnya guru, orang tua dan murid berinovasi dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya.

Indrawati juga mengingatkan, belajar di masa pandemi harus dilakukan evaluasi PJJ berkala. Artinya, cermati efektivitas penyelenggaraan PJJ secara periodik (dan adhoc) dan kemudian lakukan evaluasi untuk perbaikan kinerja dari waktu ke waktu.

Tegasnya, ulas Indrawati, tidak ada lagi para guru yang menanyakan bagaimana cara merancang PJJ yang efektif dan efisien atau membanding-bandingkan PJJ dengan model pembelajaran klasik. Tidak ada lagi yang bingung cara membuat proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan di tengah-tengah keterbatasan teknologi yang dimiliki. Tidak ada lagi yang menemukan  jalan buntu, ketika harus membuat cara evaluasi  pencapaian kompetensi afektif  atau karakter peserta didik.

Menurut Indrawati, pembiasaan pendekatan pembelajaran klasik yang  selama ini dipasrahkan pada pendidik atau satuan  pendidikan, harus pindah menjadi tanggung jawab kolektif secara individu, kelompok atau keluarga, dan  masyarakat secara mandiri (thanks for the technology).

“Pemerintah, kepala sekolah, guru, orang tua, dan  masyarakat harus bersama-sama mendefinisikan ulang peran dan bentuk satuan pendidikan di masa mendatang yang lebih lincah dan memiliki daya tahan tinggi, jika menghadapi fenomena jaman yang tak dapat diprediksi dan disangka-sangka kehadirannya,” ulas Indrawati.  

Diakhir wawancara Indrawati menyatakan, kunci sukses belajar dimasa pandemi adalah 4 K yakni, kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif/kerjasama (edw)