Kasus Akun Bodong, ES Akui Ada Perintah dari Atasan

oleh -1.444 views

Bukittinggi, Dekadepos.com

Kasus akun bodong yang diduga merupakan tindak kriminal pencemaran nama baik dan juga pelanggaran UU ITE terkait nama Anggota DPR RI, Mulyadi, memang telah menunjukkan titik terang. Beberapa orang pelaku yang diduga terkait dengan akun Mar Yanto itu, sudah diamankan Polda Sumbar.

Setelah beberapa tahap penyidikan, salah satu keluarga tersangka atas nama ES, didampingi kuasa hukumnya, melayangkan pernyataan permintaan maaf terhadap Mulyadi, sebagai bentuk penyesalan dari ES. Surat itu, diantarkan langsung kuasa hukum ES bersama pihak keluarga, ke posko Mulyadi, di kawasan Gantiang, Bukittinggi, Rabu (1/7).

Kuasa hukum ES, Adi Rahman, dalam keterangan pers nya, menjelaskan, maksud kedatangannya bersama keluarga ES ke posko Mulyadi, untuk mengajukan permohonan maaf kepada Mulyadi dan juga tim. Kliennya mengaku menyesal telah melakukan tindakan itu.

“Klien kami sudah dilaporkan dan menjadi tersangka. Klien kami menyesali tindakannya,” ujar Adi Rahman.

Dalam surat pernyataan maaf itu, ES juga menjelaskan bahwa tindakan yang menyeretnya masuk ke ranah hukum ini, dilakukannya karena mendapat perintah dari atasan-atasannya.

“Klien kami bukan satu-satunya yang melakukan tindakan, karena yang bersangkutan mendapat perintah dan izin dari atasan atasannya,” jelas Adi Rahman menjelaskan isi suratnya.

Selanjutnya, kuasa hukum ES itu, menyampaikan, bahwa terhadap proses hukum, akan dijalani sesuai aturannya. “Kami harap permintaan maaf ini dapat disampaikan langsung kepada Bapak Mulyadi,” harapnya.

Senada dengan itu, istri ES, AN, juga menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan suaminya kepada Mulyadi. “Kami atas nama keluarga meminta maaf kepada Bapak Mulyadi. Kami sangat menyesal terutama suami saya,” ujar AN.

Perwakilan Tim Mulyadi, Lasmawan, menerima surat pernyataan permintaan maaf dari kuasa hukum dan keluarga ES itu. “Surat ini kami terima untuk kami laporkan dan sampaikan kepada Bapak Mulyadi,” ungkapnya.

Lasmawan berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. ” Semoga kita semua bisa bijak bermedia sosial. Lebih dewasa menggunakan perkembangan teknologi untuk hal hal positif,” pungkasnya. (edis)