Kasus Dugaan Korupsi Incenerator, Penyidik Kejaksaan Telah Panggil Belasan Saksi

Payakumbuh, Dekadepos.com

Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Payakumbuh mengaku telah memanggil belasan orang saksi dari Rumah Sakit dr. Adnaan WD Payakumbuh untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan Korupsi Pengadaan Incenerator (Pembakar Sampah Medis.red) yang tengah mereka tangani.

Bahkan dalam waktu dekat, Penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh juga bakal kembali memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangannya, untuk menentukan langkah selanjutnya dan memberikan kepastian hukum.

“ Iya, dalam kasus pengadaan Incenerator kita telah panggil belasan orang dari Rumah Sakit dr. Adnaan WD Payakumbuh untuk dimintai keterangan. Dan tadi sekitar pukul pukul 16.20 Wib, kami juga telah selesai melakukan penggeledahan di RSUD terkait pengadaan Incenerator.” Sebut Kajari Payakumbuh, Suwarsono. SH melalui Kasi Intel, Roby. SH. MH didampingi Kasi Pidsus, Satria Lerino, SH, Selasa sore 25 Februari 2020 di kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh kawasan Koto Nan IV.

Satria Lerino juga menambahkan, dari penggeledahan yang dilakukan diberapa ruangan di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh, pihaknya juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen yang dibutuhkan untuk nantinya ditindaklanjuti dalam menentukan langkah selanjutnya terhadap kasus tersebut.

“ Proses penggeledahan dan penyitaan yang kita lakukan tadi berjalan lancar, dokumen yang kita butuhkan sudah dikantongi. Kita akan kembali melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi.” Tambahnya.

Sementara Direktur RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh, dr. Efriza Naldi saat dimintai tanggapannya terhadap penggeledahan yang dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh diruang kerjanya dan beberapa ruangan lainnya dilantai dua, menyebutkan bahwa proses yang dilakukan penyidik tidak menganggu pelayanan kepada masyarakat, pihaknya juga memfasilitasi penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh dalam melaksanakan kerjanya.

“ Kami di RSUD tadi memfasilitasi apa-apa yang dibutuhkan penyidik Kejaksaan. Tadi memang ada beberapa dokumen yang diambil/dibawa penyidik untuk kepentingan dalam kasus pengadaan Incenerator tahun 2016 itu. Dokumen yang dibawa tersebut terkait tata alur surat-menyurat dan data terkait perencanaan pada tahun 2015 dan tahun 2016.” Sebutnya.

dr. Efriza Naldi juga menyebutkan, saat pengadaan proyek itu (Incenerator.red) ia belum menjabat sebagai orang nomor satu dirumah Sakit kebanggaan warga Payakumbuh itu. (Edw).