Kasus Dugaan Korupsi Lahan Gambir di 50 Kota Masuki Babak Baru

oleh -338 views

Payakumbuh, Dekadepos.com

Kasus dugaan korupsi perluasan lahan gambir sekitar 250 hektar di Kecamatan Kapur IX, yang terjadi belasan tahun lalu di Kabupaten Limapuluh Kota memasuki babak baru, pasca penangkapan dan penahanan tersangka AKY, Ketua Kelompok Tani Tuah Sakato.

Sebelum berhasil menangkap AKY yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu, pihak Kejaksaan Negeri Payakumbuh harus berkerja keras untuk mengetahui dimana keberadaannya. Kini, setelah melalui proses panjang pasca ditangkap AKY pada Selasa 11 Mei 2021 di Nagari Lubuak Alai, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota sekitar pukul 17.00 Wib, kasus tersebut memasuki babak baru.

AKY dijadwalkan akan mengikuti persidangan di Pengadilan TIPIKOR Padang pada Jumat 23 Juli 2021. Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Suwarsono. SH didampingi Kasi Intel, Robby Prasetya. SH, Kasubag BIN. Fitrilina, Kasi Pidum. Adhitya F. SH, Pemeriksa, Rezkenil Jusar. SH, Kasi BB dan BR, Willy Agustian Y. SH serta Staf Intel, Hadi Saputra. SH dalam Pres Relis yang digelar di Aula Kejaksaan setempat di Kawasan Koto Nan IV, Kamis siang 22 Juli 2021.

” Kasus dugaan korupsi yang melibatkan tersangka AKY memasuki babak baru dengan akan digelarnya persidangan/sidang perdana direncanakan esok (Jumat.red) di Pengadilan TIPIKOR Padang.” Sebutnya.

Kajari juga menambahkan, sejauh ini belum ada penambahan tersangka baru dalam perkara yang merugikan keuangan Negara sekitar 2 Milyaran Rupiah itu. Proyek yang bersumber dari APBN tersebut merupakan Pokok Pikiran (POKIR) mantan Anggota DPR-RI, Riau Azwar Ches Putra (Alm).

” Sejauh ini belum ada penambahan tersangka baru, meski kita sudah meminta keterangan sejumlah pihak pasca AKY ditahan, namun tidak tertutup ada, kita lihat saja perkembangan kedepan.” Ucap Suwarsono diamini sejumlah anak buahnya itu. (Edw).

No More Posts Available.

No more pages to load.