Kecewa dengan KAN, Warga Segel Sekolah di Nagari Taram

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Kecewa dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Taram Kecamatan Harau, warga dari Suku Piliang Dt. Tumangguang Nan Gomok yang mengaku sebagai pemilik lahan yang diatasnya berdiri Sekolah Dasar (SD) Negeri 05 Taram Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota, melakukan penyegelan terhadap lembaga pendidikan ditingkat Dasar itu, akibat penyegelan itu, Proses Belajar Mengajar (PBM) terpaksa dipindahkan ke Mushola yang tidak jauh dari Jorong Sipatai tersebut.

Dari pantauan di lokasi Sekolah yang disegel itu, terlihat sebuah kunci dililitkan ke pagar utama masuk sekolah, sehingga Murid ataupun Guru tidak bisa masuk. Kondisi tersebut diketahui terjadi sejak beberapa hari terakhir. Dihalaman sekolah ataupun didepan ruang kelas bagian depan tidak terlihat adanya aktivitas murid-murid.

Yolanda Menek Dt. Tumangguang Nan Gomok kepada wartawan membenarkan bahwa aksi penyegelan sekolah itu dilakukan oleh pihaknya/kaum Suku Piliang. Hal itu terpaksa mereka lakukan karena mereka kecewa terhadap KAN yang tidak memperlakukan kaumnya layaknya kaum lainnya di Nagari tersebut, mereka terkesan dibuang sepanjang adat tanpa diberitahu pelanggaran apa yang telah dilakukan.

” Iya, kami sebetulnya tidak ada masalah dengan Dinas Pendidikan ataupun dengan Pemerintah Daerah. Kami bermasalah dengan KAN Nagari Taram, delapan tahun kami tidak diperlakukan sama dengan kaum lainnya,” ujar Yolanda Menek Dt. Tumangguang Nan Gomok, Jumat siang 1 Desember 2023.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa mereka terkesan seperti diabaikan dan tidak dilibatkan seperti kaum lainnya.

” Kami seperti dibuang sepanjang adat, indak dibaok sahilia samudiak, tanpa kami tahu apa kesalahan kami,” ucapnya.

Meski sebelumnya pernah ada pertemuan dengan Walinagari dan KAN Taram, namun menurut Yolanda, tidak ada penyelesaian terkait permasalahan tidak dilibatkannya kaumnnya seperti kaum lainnya.

” Pertemuan dengan Walinagari dan KAN sudah pernah dilakukan, namun Walinagari dan KAN tidak memberikan jawaban kenapa kami tidak diperlakukan sama dengan kaum lainnya. Kami disini hanya meminta hak dan keadilan,” tegasnya.

Menurut Yolanda Menek Dt. Tumangguang Nan Gomok, Penyegelan sekolah yang dilakukan bukanlah harga mati, pihaknya juga merasa kasihan dengan Murid Sekolah Dasar, apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan ujian sekolah. Untuk itu ia berharap persoalan yang dikeluhkan kaumnya bisa segera diselesaikan.

” Kami juga merasa kasihan dengan Murid Sekolah Dasar, apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan ujian sekolah. Untuk itu kami berharap persoalan yang kami keluhkan bisa segera diselesaikan, sehingga sekolah bisa segera kami buka Kembali. Penyegelan ini kami lakukan sebagai bentuk kekecewaan.” Tutupnya. (Edw).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *