Ke‘gila’an Wabup Ferizal Ridwan Urus Orang-orang Gila Semakin Menggila

oleh -986 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Ke’gila’an Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, untuk mengaktifkan kembali Yayasan Rehabilitasi Sosial Limapuluh Kota, sebagai lembaga sosial yang pernah berperan melayani dan merawat para penderita gangguan jiwa di Kabupaten Limapuluh Kota, tampaknya semakin menggila dan tak terbendung.  

Buktinya, Selasa (7/7/2020) orang nomor dua di Kabupaten Limapuluh Kota yang konsen memperhatikan nasib warga miskin, jompo tak terurus dan terlantar serta penyandang disabilitas mental gangguan jiwa itu, berusaha melacak keberadaan Yayasan Rehabilitasi Sosial Limapuluh Kota yang pernah aktif sebagai lembaga rehabilitasi merawat dan melayani para penderita gangguan jiwa pada tahun 1994 lalu.

Menurut Wabup Ferizal Ridwan, Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati Limapuluh Kota yang dikelola almarhum Z. Anwar dan Ny. Ernita Aziz Haily, Mahmuda Rivai dan Don Adonis itu, dulunya sangat berjasa merehabilitasi, merawat dan melayani para penderita gangguan jiwa yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota.

“ Banyaknya ditemukan penyandang disabilitas mental atau gangguan jiwa di Limapuluh Kota, kita berkeinginan untuk mengaktifkan kembali Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati Limapuluh Kota tersebut,” ungkap Wabup Ferizal Ridwan.  

Ternyata, usaha Wabup Ferizal Ridwan melacak keberadaan yayasan tersebut tak sia-sia dan berhasil menemukan bangunan bekas rumah rehabilitasi jiwa yang pernah dikelola Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati berlokasi di Jorong Kubang Tungkek, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Meski saat ini gedung bekas rumah rehabilistasi jiwa milik Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati sudah berubah pungsi menjadi MDA dan sekolah PAUD. Namun beruntung, Wabup Ferizal Ridwan berhasil bertemu salah seorang mantan pengurus rumah rehabilitasi jiwa tersebut bernama buk Asma, yang kini dipercaya sebagai Ketua Yayasan yang mengelola MDA dan sekolah PAUD tersebut.

Dari buk Asma diperoleh informasi bahwa, belasan orang penderita sakit jiwa pernah di dirawat dan dilayani di rumah sakit jiwa yang dikelola Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati Kubang Tungkek ini.

“ Bahkan, seorang pria penderita gangguan jiwa yang pernah dirawat di sini setelah dinyatakan sembuh, menemukan jodohnya di daerah ini dan dilangsungkan perkawinan dan perhelatannya di rumah rehabilitasi jiwa milik Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati ini,” terang ibu Asma.

Ibu Asma juga menyatakan, rumah rehabilitasi jiwa yang dikelola Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati ini tidak aktif lagi setelah dukungan pendanaan untuk biaya pengelolaan rumah rehablitasi jiwa ini, seperti honorarium, biaya beli obat serta biaya makan minum pasien dan biaya kebutuhan lainnya tidak ada lagi dari pemerintah.

“Ketika keuangan Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati benar-benar kolep dan tak ada lagi bantuan dan suntikan dana dari pemerintah dan donatur, maka pada tahun 1997 lalu rumah rehabilitasi jiwa yang dikelola yasayan ini benar-benar ditutup,” ungkap ibu Asma.

Mendapat informasi dari ibu Asma ditambah informasi dari ibu Ernita Aziz Haily, Wabup Ferizal Ridwan haqul yakin bisa mengaktifkan kembali Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati yang bergerak dalam kegiatan sosial merawat dan melayani para penderita gangguan jiwa itu.

“ Kita berusaha mencari akte pendiriaan Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati itu dimana kini berada. Ketika akte pendirian yayasan tersebut berhasil ditemukan, akan kita lakukan langkah untuk mengaktifkan kembali Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati tersebut, sehingga keberadaan yayasan ini kembali berpungsi melayani kegiatan sosial merawat dan melayani para penderita gangguan jiwa dan rehabilitasi pecandu narkoba,” ungkap Wabup Ferizal Ridwan.

Wabup Ferizal Ridwan berharap, keinginannya untuk mengaktifkan kembali Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati, sebagai lembaga  sosial merawat dan melayani para penderita gangguan jiwa serta rehablitasi pecandu narkoba ini, mendapat dukungan dari semua pihak.

“ Saya berharap, kelak di Kabupaten Limapuluh Kota berdiri sebuah Yayasan Sosial Rehabilitasi yang keberadaannya melayani dan merawat para penderita gangguan jiwa dan merehabilitasi pecandu narkoba,” ujar Wabup Ferizal Ridwan berangan-angan.

Wabup Ferizal Ridwan mengakui bahwa, saat ini hampir seratusan warga Kabupaten Limapuluh Kota terdata sebagai penderita gangguan jiwa. Sebagian besar kondisi mereka memprihatinkan, karena ada yang dikurung dan diasingkan dalam kondisi dirantai dan dipasung. Sebanyak 22  orang diantaranya, tidak terurus karena faktor ekonomi keluarga.

“Jika Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati itu diaktifkan kembali, tentu keberadaan lembaga ini dapat melayani dan merawat para penderita gangguan jiwa yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Intinya, memanusiakan manusia adalah tugas sangat mulia. Pihak pemda bertanggungjawab menanggani masalah sosial yang dihadapi para penderita gangguan jiwa ini, karena mereka juga bagian dari rakyat Kabupaten Limapuluh Kota, “ pungkas Wabup Ferizal Ridwan.

JAMBANGI PRIA GANGGUAN JIWA

Usai mengunjungi Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati, Wabup Ferizal Ridwan diberikan informasi oleh tenaga medis Postu Jorong Kubang Tungkek, Nagari Guguak VIII Koto yang melaprokan ada seorang warga setempat yang mengalami gangguan jiwa.

Tak pikir panjang, Wabup Ferizal Ridwan langsung menjambangi pria penderita gangguan jiwa bernama Zapendra Nedi (46 tahun) yang sudah 10 tahun mengalami gangguan jiwa.

Kepada keluarga Zapendra Nedi, Wabup Ferizal Ridwan menyatakan tengah berupaya mencarikan solusi untuk menanggani warga penderita gangguan jiwa yang ada di daerah ini.  (ds)

 

 

 

 

 

 

  

 

       .