Kejari Payakumbuh Hentikan Penuntutan Kasus Reska Oktoberia

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Akhirnya, Kejaksaan Negeri Payakumbuh menghentikan Penuntutan Kasus Dugaan penipuan yang melibatkan Mantan Calon Anggota Legislatif (CALEG) DPR-RI Reska Oktoberia. Penghentian Penuntutan tersebut tertanggal 7 Oktober 2020. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (KAJARI) Payakumbuh, Suwarsono, SH didampingi Kacabjari Suliki, Dafit Riadi. SH dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Robby Prasetya, SH, Selasa siang 1 Desember 2020 di Kantor Kejaksaan Negeri Kawasan Koto Nan IV Kecamatan Payakumbuh Barat.

Suwarsono menyebutkan, penghentian Penuntutan Kasus Dugaan Penipuan itu dilakukan karena  Korban Zahmar, seorang pengusaha asal Nagari Banjaloweh Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Limapuluh Kota dan Tersangka Reska Oktoberia telah melakukan perdamaian. Bahkan tersangka yang merupakan seorang perempuan itu juga telah mengembalikan kerugian korban, dan Korban juga tidak mau lagi perkara yang semula dilaporkan ke Mapolsek Suliki itu dilanjutkan.

“ Jadi untuk perkara tersangka Reska Oktoberia sudah dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Nomor 31/L.3.12.6/Eoh.2/10/2020 tanggal 7 Oktober 2020, yang menjadi dasar penghentian tersebut adalah antara korban dan tersangka sudah berdamai, dan tersangka juga sudah mengembalikan kerugian korban.” Ucap Suwarsono diamini Kacabjari Suliki, Dafit Riadi. SH dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Robby Prasetya, SH.

Dafit Riadi juga menambahkan, penghentian Penututan Perkara tersebut berdasarkan Pasal 139 KUHAP yang berbunyi Setelah penuntut umum menerima atau menerima kembali hasil penyidikan yang lengkap dari penyidik, ia segera menentukan apakah berkas perkara itu sudah memenuhi persyaratan untuk dapat atau tidak dilimpahkan ke pengadilan.

“ Jadi alasan bahwa perkara ini dihentikan, karena kita dalam menangani perkara memerlukan keseimbangan hukum, antara kepentingan hukum dan kepentingan masyarakat dan korban. Apalagi korban dan tersangka sudah berdamai dan Korban juga tidak mau lagi perkara ini dilanjutkan ke penuntutuan. Untuk berdamai merupakan inisiatif kedua belah pihak.” Ucap Dafit.

Sementara pelapor Zamhar Pasma Budi ketika dikonfrimasi terkait dihentikannya Penuntutan Perkara dugaan Penipuan yang tejadi saat Pemilihan Legisltaif tersebut, belum memberikan jawaban saat dihubungi melalui telepon gengammnya.

Sedangkan Reska Oktoberia, terlapor yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota, ketika dihubungi melalui telepon seluler dan melalui pesan singkat, juga belum memberikan tanggapan. (Edw).