Kejari Payakumbuh Tinjau Proyek Fisik Lembah Harau dan Gedung Sentra Rendang Payakumbuh

oleh -1.280 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Nur Tamam, SH didampingi Kepala Seksi Intelijen, Nazif Firdaus, beberapa orang jaksa antara lain Hadi Putra, SH, Ricko ZA,SH serta Indra Sudian, Senin (10/12) turun melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan proyek fisik pembangunan pelebaran jalan dan pembukaan jalan baru di kawasan objek wisata Lembah Harau.

Menurut Kajari Nur Tamam, SH, peninjuan ke lokasi proyek pelebaran jalan dan pembangunan jalan baru ke objek wisata Lembah Harau ini, sebagai Tim Pengawal  Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D)  melakukan monitoring untuk melihat sejumlah pekerjaan proyek infrastruktur tahun anggaran 2018.

“Usai upacara peringatan Hari Anti Korupsi di halaman kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh, pihak kejaksaan sebagai Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) melakukan monitoring untuk melihat pekerjaan proyek fisik, salah satunya adalah proyek pembangunan pelebaran jalan dan pembangunan jalan baru menuju objek Wisata Lembah Harau,” ujar Kejari Nur Tamam,SH yang diwawancarai di lokasi proyek.

Proyek pelebaran jalan dan pembangunan jalan baru di kawasan objek wisata Lembah Harau yang dibiayai dana APBD Kabupaten Limapuluh Kota senilai Rp 14,3 Miliar yang dikerjakan oleh PT Pebana. Sedangkan proyek pembukaan jalan baru di kawasan wisata Lembah Harau senilai Rp 7,1 Miliar dan dikerjakan oleh PT Statika.

Meskipun saat melakukan peninjauan di lokasi proyek tim TP4D tidak menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam pekerjaan, namun kepada pelaksana proyek, Kejari Nur Tamam, SH sempat mempertanyakan terhadap beberapa item pekerjaan yang belum selesai dikerjakan, meski pelaksanan sudah dibatas akhir kontrak.

Usai melakukan peninjaun proyek pelebaran jalan dan pembangunan jalan baru di kawasan objek wisata Lembah Harau, Kejari Nur Tamam,SH bersama tim TP4D melakukan peninjauan

Terhadap pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Sentra Rendang dikerjakan oleh PT Tasya Total Persada senilai Rp 3,1 Miliar yang berlokasi di Padang Kaduduak.

Dilokasi pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Sentra Rendang ini, Kejari Nur Tamam,SH banyak mempertanyakan terkait item pekerjaan yang belum rampung dikerjakan rekanan pelaksana proyek.

Diakui Kajari Nur Tamam,SH, sebagai pihak yang diminta sebagai pendamping atau TP4D dibeberapa kegiatan, kita perlu turun melakukan monitoring,”ucap Nur Taman,SH.

Monitoring ke lokasi proyek, ucapnya, juga merupakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi sebagai upaya pencegahan terhadap tindakan korupsi.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh itu, meski ada sejumlah kegiatan proyek yang tidak melakukan pendampingan dari TP4D, dirinya bersama tim akan terus memonitor dan memantau kegiatan tersebut. “Kegiatan yang tidak ada pendampingan dari TP4D, tetap kita pantau dan monitor. Jika ada pelanggaran ya kita panggil untuk ditindak,”tegas Nur Taman.

Sementara itu Kepala Dinas PU Kabupaten Limapuluh Kota melalui Kepala Bidang Binamarga, Hanif serta rekanan dari PT Pebana dan PT Statika termasuk pengawas yang hadir saat tim Kejaksaan Negeri Payakumbuh turun ke lokasi proyek, mengakui bahwa progres pekerjaan sudah mencapai 96 persen.

“Pelebaran jalan dimulai dari gerbang memasuki Harau di Sarilamak sampai menjelang lokasi wisata Lembah Harau dengan panjang 4,8 kilometer. Jalan dilebar menjadi 7 meter. Batas kontrak pada 21 Desember mendatang. Progres sudah 96 persen,”ucap Hanif dihadapan TP4D.

Kemudian, untuk proyek pembukaan jalan kawasan Harau juga hampir rampung. Jalan tersebut, dibangun dalam peningkatan kawasan wisata Lembah Harau. PT Statika terus kebut proyek pembangunan jalan tersebut sesuai jadwal kontrak..“Insha Allah siap dikerjakan tepat waktu,”kata Direktur PT Statika, Jhon Hendra.

Sementara, untuk proyek pembangunan gedung sentra rendang di Kota Payakumbuh, sudah hampir finis.  Dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh Dafrul Pasi  didampingi Asisten I Sekdako Payakumbuh Yoherman mengatakan, progres pembangunan gedung sentra rendang mencapai 99 persen. (edw)