Ketua DPRD Deni Asra: Peringatan Hari Jadi, Momentum untuk Bangun, Bangkit dan Bersatu Meraih Kemenangan

oleh -44 views

PARIWARA DPRD KABUPATEN LIMAPULUH KOTA

TEPAT pada tanggal 13 April 2021 Kabupaten Limapuluh Kota memperingati Hari Jadi ke 180. Meski pun daerah ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, namun peringatan Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke 180, yang kini dipimpin duet Bupati-Wakil Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Rizki Kurniawan Nakasri itu, diperingati dalam bentuk kesederhanaan.

Melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Limapuluh Kota yang digelar di aula DPRD setempat, Selasa 13 April 2021, pimpinan DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra, S.Si (Ketua DPRD) dari Fraksi Gerindra didampingi Wendi Chandra, ST (Wakil Ketua) dari Fraksi Demokrat (Wakil Ketua) dan Syamsul Mikar (Wakil Ketua) dari Fraksi Golkar (Wakil Ketua) menyampaikan harapan agar Peringatan Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke 180 dapat dijadikan sebagai momentum untuk bangun, bangkit dan bersatu meraih kemenangan.

Dalam pidato resminya Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra, dihadapan Bupati-Wakil Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Rizki Kurniawan Nakasri, Muspida, tokoh masyarakat, Ninik Mamak dan Bundo Kanduang, serta mantan Bupati dan mantan Ketua DPRD dan para Ketua Ormas, Partai Politik serta masyarakat menyataka bahwa perayaaan Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke 180 terasa sangat spesial dan berbeda, dikarenakan pada saat ini pemerintah sedang menerapkan adaptasi kebiasaan baru dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan sekaligus kita melaksanakan awal puasa Ramadhan 1442 H/2021 M.

Ditekankan Deni Asra, Kabupaten Limapuluh Kota sampai saat ini adalah sebuah daerah yang terus berbenah dan bergerak maju. Oleh karena itu, Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke-180 semestinya bukanlah semata-mata peristiwa mengenang dan berbagi cerita sejarah, sekedar bergembira atau hanya untuk sekedar sebuah kegiatan seremonial belaka. Namun lebih jauh dari itu, jadikan momentun Hari Jadi untuk mengevaluasi kekurangan daerah kita. Kenapa daerah kita masih tertinggal dibandingkan dengan daerah lain yang pembentukannya masih muda dari Kabupaten Limapuluh Kota.

“Sekali lagi, mengambil tema; “Peringgatan Hari Jadi ke-180 sebagai momentum awal perwujudan Limapuluh Kota yang madani, berdaulat dan berbudaya dengan mematuhi protokol kesehatan, kita jadikan peringatan Hari Jadi sebagai momentum strategis, untuk melakukan kilas balik terhadap derap pembangunan yang telah kita lakukan,” ujar Deni Asra.

Pada rapat paripurna DPRD istimewa itu, Ketua DPRD Liapuluh Kota, Deni Asra mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan terus meningkatkan ibadah, serta kembali merakit kebersamaan menjaga persatuan dalam memajukan masyarakat Limapuluh Kota yang madani, beradat dan berbudaya serta kita jadikan Ramadhan sebagai momentum mengajarkan semangat kebersamaan untuk meraih kemenangan bersama dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Perlu kami ingatkan, tukuh Deni Asra, peringatan Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke-180 ini, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008 tentang Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota, tanggal 26 November 2008 dimana peringatan Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota dalam bentuk Rapat Paripurna Istimewa yang dilaksanakan di aula DPRD dan diperingati untuk pertama kalinya pada tangal 13 April 2009.

“Itu artinya, telah 13 tahun kita peringati melalui rapat paripurna istimewa DPRD ini, sama halnya usia gedung DPRD Limapuluh Kota ini telah berusia 13 tahun” terang Deni Asra.

Dikatakan Deni Asra, Kabupaten Limapuluh Kota dikenal dengan masyarakatnya yang ramah tamah dan setia, aianyo janiah, ikannyo jinak, sayaknyo landai. Artinya, masyarakat Limapuluh Kota telah dikenal dengan masyarakat yang ramah tamah persuasif yang tidak suka pertengkaran dan suka menerima tamu.

“Untuk itu, dalam momentum Hari Jadi dan bertepatan dengan menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadhan, kita masyarakat Limapuluh Kota mari saling bermaaf maafan. Mari bersama-sama bangun, bangkit dan bersatu meraih kemenangan. Secara keseluruhan kita sama-sama melalui hari yang berat dari awal tahun 2020. Dengan adanya wabah corona, memberikan pelajaran penting bagi kita semua, pertama untuk menumbuhkan kembali karakter gotong royong dengan solidaritas kebersamaan yang kuat, kedua, menguatkan keberagaman yang subtansional penuh dengan kasih sayang, toleransi dan semangat berbagi,” ujar Deni Asra.

Kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, Ketua DPRD Deni Asra menyampaikan harapan untuk selalu meningkatkan kebersamaan, rapatkan barisan dan satukan persepsi dalam membangun Kabupaten Limapuluh Kota yang sama-sama kita cintai.

“Walaupun daerah kita secara administratif telah berumur 180 tahun, namun bila kita lihat dari kaca mata pembangunan masih jauh tertingal dari Kabupaten yang berumur lebih muda dari Kabupaten Limapuluh Kota. Untuk itu mari secara bersama kita mencari strategi yang terbaik untuk menjadikan Kabupaten Limapuluh Kota terdepan di Propinsi Sumatera Barat,” pinta Deni Asra.

Ditekankan Ketua DPRD, Deni Asra, jika para pemimpin saling bermufakat untuk maslahat, para stakeholder saling bersetuju dan para OPD pelaksana bersungguh-sungguh memberikan pelayanan kepada rakyat, lalu kemudian rakyat mendukung serta memberikan kesetiaannya kepada pemimpin, Insyaallah Kabupaten Limapuluh Kota ini memperoleh berkah dan cepat mencapai kemajuan sesuai dengan Visi-Misi Kepala Daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan Visi ‘Mewujudkan Limapuluh Kota yang Madani, Beradat dan Berbudaya Dalam Kerangka Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota, Wendi Chandra, ST menyatakan bahwa, kunci pokok keberhasilan suatu pembangunan, terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia. Artinya, semakin tinggi kualitas Sumber Daya Manusia suatu daerah, maka akan semakin tinggi tingkat pencapaian pembangunan daerah tersebut. Sedangkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam pembangunan adalah terjadinya perubahan-perubahan kearah peningkatan Sumber Daya Manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan Sumber Daya Manusia dapat dilihat dari gambaran kualitas fisik dan non-fisik dimana didalamnya termasuk karakter atau menurut kearifan lokal daerah adalah kualitas moral spiritual.

“Kualitas fisik sangat erat kaitannya dengan pemenuhan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta penciptaan kondisi yang baik bagi kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujar Wendi Chandra, ST, Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota. Demikian juga halnya kondisi derajat kesehatan masyarakat yang belum menggembirakan, baik kondisi sanitasi, air minum, lingkungan, dan persampahan. Hal ini perlu menjadi perhatian untuk dibenahi pada tahun mendatang,” terang Wendi Chandra, ST.

“Kedepan kita harus fokus terhadap perbaikan jalan utama yang berada dipinggir dan di perbatasan yang selama ini termarginalkan oleh Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota atau dengan konsep “obat nyamuk” membangun daerah dari pinggir,“ ujar Wendi Chandra, ST, Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota.

Koordinator Komisi II ini juga menyorot soal insfrastruktur di kawasan IKK Sarilamak, dimana seharusnya telah mulai dibenahi sehingga Sarilamak dapat menjadi kota yang refresentative dan layak sebagai pusat pemerintahan, mengingat sudah terlalu lama sistim pembiaran di Ibu Kota Kabupaten Sarilamak, 180 Tahun bukanlah waktu yang sebentar, sudah seharusya IKK ini diprioritaskan kembali,” pungkas Wendi Chandra, ST.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD, Syamsul Mikar dari Fraksi Partai Golkar. Menurutnya, dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke-180, kita ingin mengingatkan kembali bahwa kita harus memprioritaskan pengentasan kemiskinan masyarakat di yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota.

Sementara itu Ketua Komisi II H. Yos Sariadi, S.Ag menyatakan bahwa, dalam refleksi Ulang Tahun Kabupaten Limapuluh Kota ke-180, kita sangat fokus menyorot berkaitan dengan pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

“Dengan momentum Hari Jadi ke-180, mari kita bangkit bersama memajukan masyarakat Limapuluh Kota yang sejahtera.Dari data yang ada, berdasarkan kondisi internal Kabupaten Limapuluh Kota serta melihat perkembangan perekonomian dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, maka prioritas yang ditetapkan dapat membawa daerah untuk mencapai percepatan pertumbuhan ekonomi, menciptakan iklim investasi yang kondusif, menyediakan infrastruktur, meningkatkan partisipasi swasta melalui kemitraan dan meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujar H. Yos Sariadi, S.Ag.

Untuk itu, tukuh H. Yos Sariadi, S.Ag, diminta seluruh OPD agar meletakan prioritas kegiatan sesuai dengan situasi daerah. Jangan berdasarkan pendekatan emosional dan primordial belaka, perlu dilakukan keseimbangan, keselarasan pembangunan terutama di jorong jorong yang terisolir dan masih tertinggal dalam pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur jalan yang menyebabkan mereka tetap terbelakang.

Dikatakan H. Yos Sariadi, S.Ag, kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dihadapi oleh seluruh pemerintahan yang ada. Ia dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Faktor tersebut antara lain tingkat pendapatan, pendidikan, kesehatan, akses barang dan jasa, lokasi geografis, gender dan kondisi lingkungan.

“Kemiskinan merupakan fenomena yang terjadi hampir di seluruh daerah, kemiskinan muncul karena ketidakmampuan sebagian masyarakat untuk menyelenggarakan hidupnya sampai suatu taraf yang dianggap manusiawi. Kondisi ini menyebabkan menurunnya kualitas sumber daya manusia, sehingga produktivitas dan pendapatan yang diperolehnya rendah. Lingkaran kemiskinan terus terjadi, karena dengan penghasilan yang rendah tidak mampu mengakses sarana pendidikan, kesehatan, dan nutrisi secara baik sehingga menyebabkan kualitas sumber daya manusia dari aspek intelektual dan fisik rendah, berakibat produktivitas juga rendah,” ulas H. Yos Sariadi, S.Ag.

Ditekankan H. Yos Sariadi, pembangunan ekonomi yang dilaksanakan dari tahun ke tahun secara signifikan telah berhasil mengurangi jumlah dan proporsi penduduk miskin di Kabupaten Limapuluh Kota. Namun terpaan wabah Covid 19 yang berlanjut menjadi krisis ekonomi menyebabkan keterpurukan ekonomi yang kembali mencuatkan jumlah dan proporsi penduduk miskin.Masalah besar yang dihadapi daerah sedang berkembang adalah kemiskinan, tidak meratanya distribusi pendapatan memicu terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan.

“Membiarkan masalah tersebut berlarut-larut akan semakin memperkeruh keadaan, dan tidak jarang dapat menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kondisi sosial dan politik. Apapun penyebabnya, persoalan kemiskinan tetap menjadi masalah besar yang perlu mendapat perhatian dan tindakan konkrit melalui pelaksanaan program-program, baik yang bersifat penyelamatan, pemberdayaan maupun fasilitatif, “ pungkas H. Yos Sariadi.

Sementara, Asrul Ketua Komisi I DPRD Limapuluh Kota membidangi Pemerintahan, Politik, Keamanan dan Pendidikan, mengharapkan dengan memperingati Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke-180 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, agar kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memperbaiki diri untuk melihat lagi realisasi yang telah dikerjakan dan program apa untuk kedepannya yang dapat mempercepat kemajuan dan kesejahteraan Limapuluh Kota.

“Diharapkan masing-masing OPD yang bermitra dengan Komisi I diminta mengoptimalkan dan mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan, sehingga masyarakat lebih cepat dapat merasakan manfaatnya. Disamping itu, kepada mitra kerja Komisi I diharapkan agar dapat menjaga komunikasi dua arah yang baik, sehingga tidak memberikan informasi yang salah terhadap segala program dan kegiatan yang telah kita rencanakan bersama’’ terang Asrul.

Sementara Ketua Komisi III Virmadona, S.Sos, dalam refleksi Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke-180, kita harus bekerja keras mencari strategi dan kebijakan untuk mempercepat pembangunan daerah. Pemerintah bersama OPD untuk dapat mencarikan strategi dan kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan dibidang ekonomi yang sesuai dengan sasaran, dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui revitalisasi perekonomian dan reformasi kelembagaan berbasis masyarakat.

“Dengan strategi dan kebijakan yang tepat pelaksanaan kegiatan akan memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteran masyarakat, dalam pelaksanaannya segala aturan dan peraturan yang berlaku harus dipahami agar tidak menjadi kendala dan masalah dikemudian hari. Terkait terhadap peningkatan iklim berinvestasi agar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu agar dapat mengatasi segala masalah terhadap perijinan yang terkesan berbelit-belit. Apabila hal ini menyangkut terhadap peraturan daerah yang tidak berpihak kepada peningkatan iklim berinvestasi agar diusul untuk merubahnya, “ pungkas Virmadona, S.Sos. (*)