Komisi VII DPR RI Harapkan Percepatan Produksi Gas Lapangan Sinamar

oleh -7 views

Sijunjung, dekadepos.com

Komisi VII DPR RI harapkan percepatan produksi gas Lapangan Sinamar, Blok South West Bukit Barisan melalui operator PT. Rizki Bukit Barisan (PT RBB) sehingga pengembangan lapangan gas tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat menumbuhkan perekonomian daerah.

Hal tersebut, disampaikan anggota Komisi VII DPR RI ketika melakukan Kunjungan Kerja ke Lapangan Sinamar, Blok South West Bukit Barisan yang terletak di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat pada Kamis (11/2).

Tim Kunjungan Kerja DPR RI ke Lapangan Sinamar dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno dengan anggota tim Willy Yoseph dari Fraksi PDIP, Abdul Wahid dari Fraksi PKB, Rusda Mahmud dari Fraksi Demokrat dan Tifatul Sembiring dari Fraksi PKS.

Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Taslim Z. Yunus, Bupati Sijunjung Yusfir Arifin, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat Herry Martinus, Pjs. Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara Haryanto Syafri dan General Manager PT Rizki Bukit Barisan Litto Habrianta.

“Kami mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) untuk membeli gas dari Lapangan Sinamar yang dikelola Rizki Bukit Barisan agar gas yang sudah ditemukan cadangannya ini dapat segera diproduksikan. Jika PLN kelebihan daya, itu bukan alasan untuk tidak menyerap gas dari Lapangan Sinamar karena pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat dan konsumsi listrik juga terus meningkat,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Wahid dari Fraksi PKB saat pendalaman materi.

Tifatul Sembiring menambahkan bahwa jika memang ada kelebihan pasokan listrik, maka PT PLN dapat mengirimkan kelebihan pasokan tersebut ke wilayah Riau atau Jambi karena saat ini infrastruktur interkoneksi sudah terbangun.

Sementara, Ketua Tim Kunjungan Kerja Eddy Soeparno menegaskan bahwa percepatan pengembangan Lapangan Sinamar sangat penting dalam rangka meningkatkan penggunaan energy bersih sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim)

Sekretaris SKK Migas, Taslim Z. Yunus menjelaskan Lapangan Sinamar, Blok South West Bukit Barisan memiliki cadangan sebesar 245 BSFC (billion standar cubic feet) dengan potensi produksi sebesar 35 MMSCFD (million standard cubic feet per day) dan 800 barel kondensat per hari dengan target awal produksi mulai tahun 2023.

“Pada tahap awal ditargetkan produksi sebesar 2.5 MMSCFD tahun 2023 dimana gas yang akan diproduksikan akan digunakan untuk pembangkit listrik ke PLN dengan kapasitas 6 Megawatt yang akan digunakan untuk mengaliri listrik di daerah Kabupaten Sijunjung,” ujarnya.

General Manager PT. Rizki Bukit Barisan menambahkan saat ini selain untuk pembangkit listrik ke PLN sebesar 2.5 MMSCFD, masih ada rencana produksi sebesar 32.5 MMSCFD yang akan dialokasikan untuk Sumber Aneka Gas yang rencananya akan digunakan untuk kilang mini LNG atau pabrik Methanol.

Bupati Sijunjung Yusfir Arifin berharap gas dari Lapangan Sinamar dapat segera diproduksikan sehingga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat termasuk peluang terbukanya lapangan kerja baru.

Dia menyampaikan dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat hanya Sijunjung yang sudah terbukti memiliki potensi cadangan minyak dan gas bumi, karena itu diharapkan di masa mendatang sumber daya minyak dan gas bumi bisa menjadi salah satu sumber pendapatan perekonomian daerah. (Rel/Hr)