Konsultasi Psikologis Tekan Tingkat Stres Akibat Covid – 19

Foto : Ist

Sawahlunto, Dekadepos.com 

Kasus konfirmasi Covid – 19 di Sumatera Barat terus menunjukkan penambahan dari hari ke hari. Tentunya masih berdampak pada semua sektor tidak terkecuali sektor kesehatan yaitu tekanan psikologis. Baik itu tekanan bagi tim medis maupun bagi masyarakat keseluruhan.

Tekanan psikologis yang berlebihan menyebabkan seseorang dilanda stres yang bisa membahayakan kesehatan.

Himpunan Psikolog Seluruh Indonesia (HIMPSI) di Sawahlunto, Silvia Nanda Sari yang juga Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kito di Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PMPPA) menyebutkan stres menyebabkan daya tahan tubuh berkurang.

Akibatnya virus dengan mudah menyerang tubuh sehingga menyebabkan kondisi kesehatan terus menurun. Bahkan hal terburuk jika tidak segera ditangani akan menyebabkan kematian.

Namun menurut data Dinas tersebut, minat masyarakat untuk konsultasi masih sangat rendah. Sejak pandemi Covid – 19 terkonfirmasi di Indonesia, hanya 30 orang yang konsultasi dengan psikolog.

“Kebanyakan stres dialami para lansia atau usia 50 tahun ke atas. Faktor utama disebabkan karena informasi yang diterima hanya sepotong – sepotong dan belum pasti kebenarannya alias hoax,” terangnya.

Mirisnya informasi tersebut terkadang berasal dari keluarga. “Harusnya ada dukungan keluarga untuk menenangkan pikiran mereka, bukan menambah beban dengan info tak jelas,” tambahnya.

Silvia juga menjelaskan bahwa kunci agar tidak stres adalah menenangkan diri dan melakukan kebiasaan yang membuat pikiran rileks. Misalnya seseorang menyukai olahraga, lakukan olahraga ringan di rumah atau dengan memperbanyak ibadah.

Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Silvi Andriani menambahkan bahwa tidak hanya lansia yang merasakan stres, orang tua yang anaknya harus belajar di rumah juga mengalami hal yang sama. Beban kerja di kantor atau bisnis yang mandek ditambah lagi harus mengajar anak di rumah menjadi sumber stres berikutnya.

“Kebanyakan anak-anak tidak mau diajar di rumah, padahal tugas yang diberikan guru juga banyak. Jadi tambah stres orang tua,” ungkapnya.

Untuk meminimalisir kemungkinan buruk akibat stres yang berlebihan, pihaknya sudah membuka hotline bagi masyarakat Sawahlunto yang memang terganggu psikisnya. Masyarakat bisa menghubungi WhatsApp ke 081363338731 selama jam kerja dan langsung dilayani oleh psikolog. (Insan Kamil Dakoga).