Lagi Nyantai di Atas Motor, Pria di Kabupaten Agam Ini Kaget Ditangkap Polisi

oleh -272 views

Agam, dekadepos.com

Lagi duduk-duduk di atas motornya seorang pria berinisial RS (29), warga Pulai Jorong V Sungai Jariang Kenagarian Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam malah ditangkap polisi.

Bukan tanpa alasan, polisi menangkapnya lantaran RS tak hanya sekedar duduk-duduk saja di atas motornya itu, justru ia sedang menunggu pembeli narkoba jenis ganja.

Benar saja saat dilakukan penggeledahan polisi dari Satresnarkoba Polres Agam berhasil mengamankan 40 gram narkoba jenis ganja dari tangan RS.

“Pelaku ditangkap di Jalan Simpang MAN 5 Agam Pulai, Jorong V Sungai Jariang, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubuk Basung pada Rabu malam (6/7) sekira pukul 21.30 WIB.

Dari tangan tersangka selain diamankan tiga paket yang diduga narkotika golongan satu jenis ganja siap edar yang dibungkus dengan plastik warna bening dengan berat keseluruhan 40 gram juga diamankan paket kecil yang diduga narkotika golongan satu jenis sabu dibungkus dengan plastik warna bening seberat 0,5 gram serta satu unit sepeda motor merk Honda Beat tanpa TNKB yang digunakan tersangka untuk mengantarkan barang haram tersebut kepada pelanggan.

“Menjelang tersangka RS ditangkap, ianya sempat berusaha untuk membuang barang bukti ganja yang siap edar itu, namun karena gerak geriknya diketahui petugas barang bukti tersebut berhasil ditemukan,” katanya.

Saat dilakukan interogasi, tersangka RS mengakui bahwa di belakang rumahnya yang berjarak lebih kurang 50 M dari lokasi penangkapan masih ada disimpan satu paket ganja yang siap edar lagi, kemudian tim langsung melakukan penggeledahan di lokasi tersebut dan ditemukan satu paket yang diduga narkotika golongan satu jenis ganja yang dibungkus dengan plastik warna bening.

Dalam perjalan menuju Mako Polres Agam, tersangka RS mengaku barang haram itu ia dapatkan dari tersangka EF yang merupakan warga Jorong Batu Hampar, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubukbasung Kabupaten Agam.

Setelah mendengar pengakuan tersangka RS, tim langsung menyebar dan melakukan pengejaran terhadap tersangka EF, hingga menemukan tersangka EF sedang duduk – duduk santai di teras rumahnya.

Melihat kedatangan petugas Polisi, tersangka EF tercengang, namun ianya tidak bisa melakukan upaya untuk kabur, karena saat itu kondisinya sudah terkepung.

Setelah tim menemukan tersangka EF, petugas langsung bertanya kepadanya tentang keberadaan barang haram yang dikatakan oleh tersangka RS, dan saat itu tersangka EF langsung mengaku dan menunjukkan tempat barang haram tersebut ia simpan.

“Tersangka EF merupakan bandar ganja yang berkolaborasi dengan tersangka RS untuk mengedarkannya,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati atau seumur hidup.(edis)

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.