Lagi, SKPD Di 50 Kota Tersandung Kasus Dugaan Korupsi

oleh -3.306 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Setelah Tim Anti Rasuah Kejaksaan Negeri Payakumbuh membidik kasus dugaan Korupsi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, kini giliran Penegak Hukum Berbaju Coklat, Polri mengusut Kasus serupa. Hingga kini belasan orang dari berbagai kalangan baik ASN/PNS maupun pihak lainnya telah diundang penyidik kepolisian untuk memberikan keterangan terkait kasus yang merugikan keuangan negara mencapai Milyaran rupiah itu.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis Kamis 27 Desember 2018 di Ruang Opsnal Polres setempat dihadapan sejumlah wartawan. Selain Haris juga Hadir Wakapolres Limapuluh Kota, Kompol. Abdul Syukur Felani, Kabagops, Kompol. Efrizal, Kasat Intelkam, AKP. Zuhri Ilham, Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther, Kasat Resnarkoba, Iptu. Desfa Ningrat, Kasat Sabhara, AKP. Romalpus Almi, Kasat Lantas, AKP. Erman sejunlah Kapolsek di Wilayah Hukum Polres Limapuluh Kota dan Kasubag Humas, AKP. Yuhelman.

Hingga kini menurut putra Pesisir Selatan yang pernah bertugas di Jakarta itu, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan data terhadap kasus yang kerugiannya masih terus dihitung oleh BPKP.

BACA JUGA: Dugaan Korupsi di 50 Kota, Kejaksaan Telah Panggil Belasan Orang

” Laporan Polisi (LP) sudah ada dan telah kita tangani, namun tentu tidak bisa buru-buru. Proses Sidik masih terus berjalan dan klarifikasi juga telah banyak kami lakukan, bahkan untuk saksi ahli juga akan kami minta. Hingga saat ini sekitar 13 orang telah kita undang untuk memberikan keterangan/klasifikasi termasuk untuk proses lelang dari kegiatan yang bersumber dari dana APBN itu.” sebut Haris.

BACA JUGA: Kejari Bidik Dugaan Korupsi Satu Paket Proyek Dilingkungan Pemkab Limapuluh Kota

Meski belum mau membeberkan SKPD mana yang dimaksud, Haris menyebutkan bahwa proyek yang diduga terjerat dugaan korupsi tersebut dianggarkan pada tahun 2012 dan 2013.

” Untuk menentukan tersangka, kita menunggu alat bukti yang cukup. Kan tidak bisa baru-baru. Sementara untuk SKPD mananya saya rasa kawan-kawan sudah tahu.” Ujar AKBP. Haris disambut gelak tawa Perwira dan Wartawan yang hadir. (Edw)