Lagi Solok Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Warga Rusak Satu Orang Tewas

oleh -67 views

SOLOK, Dekadepos.com

Musibah seperti tidak henti-hentinya menimpa bumi Ranah Minang. Usai dihantam gempa pada akhir Juli 2018 lalu, kali ini musibah kembali melanda Kabupaten Solok, dimana pada Kamis malam (6/9), musibah banjir bandang melanda kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok.

Banjir bandang yang disebabkan hujan deras yang turun sejak sore hari, mengakibabkan ratusan unit rumah warga rusak berat, termasuk fasilitas umum, seperti sekolah, tempat ibadah berupa masjid dan mushalla, kantor Walinagari, lahan persawahan yang siap panen dan jalan raya atau juga jembatan dan juga puluhan pohon bertumbangan termasuk satu pohon kelapa di Jorong Galagah Tanah Kuniang. Bahkan satu orang warga dikabarkan meninggal dunia, akibab terkejut dengan datangnya banjir bandeng yang datang secara tiba-tiba. Koraban yang meninggal adalah atas nama Amik (60), warga Balai Pinang, Nagari Muara Panas. Bahkan hingga Jum’at siang, puluhan warga ditimpa kelaparan, di jorong Koto Kaciak, nagari Muara Panas, karena tidak bisa memasak dan lambatnya bantuan dari Dinas Sosial dan PMI Kabupaten Solok.

“Ya, kami dari pagi belum bisa memasak karena lahan yang berlumpur dan ala kadarnya seperti roti dari bantuan warga. Tidak ada bantuan dari pemerintah atau partai hingga sore ini dan kasihan anak-anak kelaparan dan juga para balita,” jelas Risko (25), warga setempat, kepada media di TKP, Jum’at sore (7/9).

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, banjir yang menerjang Kecamatan Bukit Sundi dan menimpa Nagari Muaro Panas dan Nagari Kinari, Nagari Parambahan serta daerah lainnya, bersumber dari Sungai Batang Lembang yang meluap dan tidak bisa menampung debet air. Banjir mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 20.20 Wib. Ketinggian air bervariasi, mulai setinggi lutut hingga mencapai satu meter dengan membawa lumpur dan aneka sampah.

Setidaknya, sesuai data yang dihimpun dari BPBD dan Camat Bukit Sundi, banjir disertai lumpur dilaporkan sudah merendam 421 rumah yang dihuni lebih dari 3 ribu jiwa. Air baru surut sekitar 4 jam setelah banjir pertama menerjang atau sekitar pukul 03.00 WiB, Jumat dini hari.

Hingga Jumat sore, sesuai data yang dihimpun dari kantor Kecamatan Bukit Sundi, sudah tercatat sebanyak 3.207 jiwa terkena dampak banjir yang melanda kecamatan Bukit Sundi. Jumlah ini tersebar pada delapan jorong dari tiga nagari yakni Muaro Paneh, Kinari dan Parambahan. Sementara 322 Hentare sawah gagal panen karena dihantam banjir yang tersebar di beberapa jorong. Selain itu sekitar 3 ton gabah hanyut, 20 warung rusak, 15 ekor kambing, 7 ekor sapi dan 300 itik juga ikut hanyut. Selain itu 20 buah motor dan 6 buah mobil juga menjadi korban akibab diahanyutkan oleh musibah banjir bandang. “Banjir juga sudah merusak bendungan atau irigasi Banda Halim jebol dan juga seluruh aktivitas warga terganggu dan hingga saat ini sebanyak 7 orang warga kita juga masih mendapat perawatan di Puskesmas Muara Panas,” jelas Camat Bukit Sundi, Ahpi Gusta Tusri.

Sementara untuk nagari Kinari, banjir bandang selain merusak rumah warga, juga merusak beberapa unit kendaraan roda dua dan roda empat serta merusak Kantor Wali Nagari Kinari. Akibabnya, aktivitas pelayanan warga terganggu dan juga merusak ratusan dokumen.

“Data ini baru bersifat sementara, saat ini para Wali Nagari dan Kepala Jorong dan Dinas BPBD serta Sosial juga masih terus mendata bersama warganya,” terang Camat Ahpi Gusta, yang dalam waktu dekat akan pindah tugas menjadi Camat Kubung namun belum disertijabkan.

Saat ini warga kesulitan mendapatkan makanan siap saji dan juga untuk MCK serta kesulitan air bersih disebabkan saluran dari PDAM rusak serta sumber air dari Parambahan juga mengalami kerusakan.

Masyarakat, Anggota Kepolisan, TNI dan lainnya, tampak bahu membahu bergoro membersihkan rumah warga dan fasilitas umum yang terkena lumpur. (Jarbat)

No More Posts Available.

No more pages to load.