Lagi,  Tipikor Polres 50 Kota Bidik Dugaan Korupsi di Pemkab Limapuluh Kota

oleh -1.309 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Setelah berhasil mengungkap dan menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek transmigrasi melibatkan mantan oknum Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi berinitial AZD (56 tahun) dan oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinitial MLV (52 tahun) serta SU (52 tahun) rekanan PT. Carano Perak Berjaya dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana APBD tahun anggaran 2013 lalu.

Kini, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Limapuluh Kota dibawah pimpinan Kanit Tipikor Satreskrim, IPTU Heri Yuliardi, STr.K, sedang membidik satu lagi kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Pemkab setempat.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo melalui Kanit Tipikor Satreskrim, IPTU Heri Yuliardi, membenarkan penyidik Tipikor Satreskrim Polres Limapuluh Kota tengah membidik dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di salah satu dinas atau instansi yang berada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.

Sayangnya, Kanit Tipikor Satreskrim, IPTU Heri Yuliardi, yang dihubungi awak media untuk konfirmasi, belum bersedia membuka kasus dugaan tindak pidana korupsi apa yang sedang dibidik.

“ Tunggulah, saat ini penyidik Tipikor Satreskrim Polres Limapuluh Kota sedang melakukan klarifkasi dan penggumpulan data. Tepat pada saatnya, pasti akan diinformasikan kepada kawan-kawan media terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi apa yang sedang disidik,” ungkap IPTU Heri Yuliardi.

Ketika ditanya dinas atau instansi mana yang sedang dilakukan penyelidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, Kanit Tipikor Satreskrim, IPTU Heri Yuliardi juga belum bersedia mengungkapkan dengan rinci.

“ Kami belum bisa membuka kepada kawan-kawan media. Tapi yang pasti, kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sedang kami lakukan penyelidikan adalah dugaan korupsi dana APBD tahun anggaran 2019 terjadi di salah satu dinas atau instansi di lingkungan pemkab Limapuluh Kota,” ujar IPTU Heri Yuliardi.

Ketika coba dikorek lebih dalam, sudah berapa orang saksi diperiksa atas kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, IPTU Heri Yuliardi mengaku bahwa penyidik Tipikor Satreskrim Polres Limapuluh Kota sudah memanggil 4 orang saksi untuk dimintai keterangan untuk klarifikasi.

“ Waktu dekat ini, akan ada beberapa orang saksi lagi yang akan kita panggil dan dimintai keterangannya terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut,” pungkas Kanit Tipikor Satreskrim, IPTU Heri Yuliardi. (edw)