Lebih Dekat dengan Ibu Nevi Zulvia Safaruddin, Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD Kabupaten Limapuluh Kota

oleh

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Dengan resminya Ibu Nevi Zulvia Nasrun menjadi istri Bupati Limapuluh Kota Bapak Safarudin Dt.Bandaro Rajo, pasca  pernikahannya yang dilangsungkan Kamis 25 Maret 2021 di Jakarta, tentunya telah memberikan jawaban siapa yang akan menjadi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda)  sekaligus  Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Limapuluh Kota.

Jika tak ada aral melintang, Insya Allah, dalam waktu dekat ini, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Hj. Harneli Mahyeldi akan melantik Ibu Nevi Zulvia Safaruddin sebagai Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD Kabupaten Limapuluh Kota. 

Untuk mengenal lebih dekat siapa sosok Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD Kabupaten Limapuluh Kota itu, beruntung media ini berhasil memperoleh Bio Data tentang Ibu Nevi Zulvia Safaruddin yang langsung dikirim Bapak Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo lewat  WhatsApp (WA) yang diterima jajaran redaksi dekadepos.com, Jum’at subuh (26/3/2021).

Ibu Nevi Zulvia Safaruddin lahir pada tanggal 17 November 1970 di Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawab Barat. Ia terlahir dari pasangan suami-istri Nasrun Dani (almarhum) dan Nurdahema (almarhumah) asal Jorong Ompang Godang, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Sejak kecil wanita cantik yang dikaruniai anak perempuan semata wayang yang kini berusia 20 tahun dan sedang menjalani pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, buah perkawinan dengan almarhum suaminya yang meninggal dunia tahun 2009 lalu itu, saat ini sedang yang berkarir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan Kepala Bagian Strategis Pimpinan di Badan POM Pusat di Jakarta.

Sebagai perempuan luar biasa yang menemban amanah sebagai istri atau pendamping hidup Bupati Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, sekaligus menjadi Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD,  tentu kehadiran dan pengabdian Ibu Nevi Zulvia Safaruddin, sudah dinanti-nanti masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota.

Dengan kata lain, dari tangan Bundo Kanduang Ibu Nevi Zulvia Safaruddin, ini lah akan lahir gagasan, buah pikir, ide, nasehat dan petuah untuk kemaslahatan masyarakat, utamanya di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota termasuk terhadap maju mundurnya pembangunan daerah yang kini diamanahkan kepada suami tercinta Bapak Safaruddin Dt. Bandaro Rajo.  

Dengan jabatan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD,  tentu kehadiran dan pengabdian Ibu Nevi Zulvia Safaruddin diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membantu mewujudkan program dan kegiatan pemerintah, khususnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya itu, sebagai pendamping kepala daerah, kehadiran Ibu Nevi Zulvia Safaruddin,  tentu juga dituntut harus mampu membantu terwujudnya Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati.

Dengan arti lain, sentuhan seorang ibu, diharapkan Tim Penggerak PKK, Dekranasda dan Bunda PAUD dapat menjadi pendorong, memotivasi untuk berkembangnya pembangunan Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya, Kesejahteraan Perempuan dan Keluarga di ranah Kabupaten Limapuluh Kota.

CIPTAKAN GENERASI EMAS

Satu hal yang tak kalah pentingnya, seiring tingginya kesadaran masyarakat untuk mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini di daerah ini, tentu tidak terlepas dari peran dan dukungan Bunda PAUD.

Bunda PAUD adalah figur dari ibu yang melekat pada isteri Kepala Daerah. Peran Bunda PAUD adalah sebagai simbol sekaligus mitra utama dalam Gerakan Nasional PAUD.

Sebagai figur ibu yang merupakan tokoh sentral di setiap jenjang pemerintahan, keberadaan Bunda PAUD dapat memotivasi masyarakat dan pemangku kepentingan dengan memberikan sumbangan pemikiran, sosialisasi, dan penggerakan pelaksanaan PAUD di tingkat Kabupaten Limapuluh Kota.

Meski diketahui bahwa, banyak faktor di luar pendidikan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun demikian, keberadaan PAUD adalah basic education yang tak bisa diabaikan. Bahkan, sebaliknya, harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh karena Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD di Kabupaten Limapuluh Kota, kita yakin seyakin yakinnya bahwa, kehadiran Ibu Nevi Zulvia Safaruddin mampu memberikan harapan tumbuh kembangnya dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Limapuluh Kota ini.

Ditopang pendidikan tinggi jebolan Apoteker, FMIPA Universitas Indoneis (UI) dan tamat  Sekolah Menengah Analis Kimia di Bogor, SMP Negeri I Cisaat, Sukabumi, sudah cukup memberikan jaminan bahwa kehadiran Ibu Nevi Zulvia Safaruddin akan mampu mencitpakan “Generasi Emas” di Kabupaten Limapuluh Kota.  Semoga! (ds)