Leher Korban Dicekik, Dua Pergelangan Tangan Dipotong, Jasadnya Dikubur di Ladang Gambir

oleh -5.708 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Kekejaman seorang ayah tiri yang tega menghabisi nyawa anak tirinya dengan cara biadab, menambah panjang daftar kejahatan kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur di wilayah hukum Polres 50 Limapuluh Kota.

Bayangkan, setelah leher korban dicekik, kepalanya dibenamkan dalam ember tempat penampungan air sehingga korban sekarat. Setelah korban tidak berkutik, lalu tubuh korban digendong ke pinggir sungai. Ketika melihat tangan korban bergerak, tersangka kembali mencekik leher korban sampai dipastikan korban benar-benar tewas tidak bernyawa lagi.

Baca Juga: https://www.dekadepos.com/hilang-sejak-minggu-murid-sd-di-kabupaten-limapuluh-kota-tak-jelas-dimana-rimbanya/

Tidak sampai disitu saja kekejaman tersangka, tanpa merasa kasihan dan hiba, tersangka kemudian melucuti semua pakaian korban hingga bungil, lalu tersangka memotong ke dua pergelangan tangan korban dengan parang.

Setelah dipastikan korban tewas, jasad korban dipikul sambil melintasi sungai menuju ladang gambir berjarak sekitar 150 meter dari rumah korban. Diperkebunan gambir nan sepi itu, jasad korban dikubur seadanya oleh tersangka.

Kejahatan membawa maut terhadap anak tiri bernama Sera (14 tahun) murid kelas V Sekolah Dasar warga Jorong Koto Tinggi, Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota yang terjadi Sabtu 17 April 2021 sekira pukul 09.00 WIB itu, diperagakan tersangka SHD panggilan Madi (50 tahun) dalam adegan reka ulang yang digelar di komplek Mapolsek Guguak, Rabu (9/6/2021).

Selama berlangsungnya rekontruksi dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, tersangka Madi didampingi penasehat hukumnya, Setia Budi,SH dan disaksikan tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Payakumbuh dan Kacabjari Suliki, tersangka Madi memperagakan 15 adegan.

Dalam peragaan ulang tersebut tergambar dengan jelas kronologis kejahatan terhadap anak tiri yang awalnya sempat dikabarkan hilang selama 5 hari, sebelum jasad korban ditemukan tewas terkubur dalam ladang gambir. 

Baca Juga : https://www.dekadepos.com/jasad-korban-ditemukan-tak-bertangan-ayah-tiri-di-50-kota-diamankan-polsek-guguak-di-pohon-pisang/

Beberapa hari sebelum jasad korban ditemukan, tersangka Madi sempat pamit kepada istrinya Admina Rini untuk pergi ke rumah orang tuanya di di Koto Nan Gadang, Kota Payakumbuh dengan alasan membantu bertukang memperbaiki rumah orang tuanya.

Pasca ditemukan jasad korban, Tim Reskrim Polsek Guguak bergerak cepat mengamankan ayah tiri korban di rumah orang tuanya di kawasan Koto Nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Butuh beberapa jam bagi anggota kepolisian untuk mengamankan Madi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu. Tim Reskrim Polsek Guguak yang langsung dipimpin Kapolsek, IPTU. Heri Yuliardi akhirnya berhasil mengamankan tersangka saat bersembunyi di balik pohon pisang.

Sehari sebelum ditangkap, pihak kepolisian sempat mendatangi Madi untuk dimintai keterangan terkait hilangnya putri tirinya itu. Setelah menjalani pemeriksaan hingga pukul 12 malam, Madi diperbolehkan pulang, apalagi pihak keluarga memberikan garansi Madi tidak akan melarikan diri.

Sehari kemudian, jasad korban Sera ditemukan oleh warga yang pulang dari ladang gambir. Penemuan jasad tersebut berawal saat hewan peliharaan warga bernama Neta mengonggong terus saat berada di kawasan tempat jasad korban Sera dikubur.

Karena curiga, saksi Neta melepaskan hewan peliharaannya itu hingga ia sampai di lokasi jasad Sera dikubur. Setelah melihat salah satu tangan korban menyembul, Neta melaporkan hal tersebut ke pihak Jorong dan Bhabinkamtibmas, hingga aparat Kepolisian dan banyak pihak serta masyarakat berdatangan.

Sementara aparat Kepolisian dari Mapolsek Guguak yang mendapatkan informasi jasad Sera telah ditemukan langsung bergerak cepat dengan kembali mendatangi rumah orang tua Madi untuk mengamankan tersangka.

Sadar akan ditangkap, tersangka madi nekad meloncat dari lantai dua rumah orang tuanya di Kota Payakumbuh itu. Sekitar dua jam menghilang dari incaran petugas, tersangka Madi akhirnya ditemukan IPTU. Heri Yuliardi saat bersembunyi di balik pohon pisang.

Menurut Kapolsek, IPTU. Heri Yuliardi, yang dihubungi, Kamis (10/6/2021) menyebutkan bahwa, gelar rekontruksi kasus pembunuhan yang telah menyeret Madi sebagai tersangka, dalam rangka melengkapi berkas perkara sebelum perkaranya dilimpahkan ke PJU dan sidangkan di Pengadilan Negeri Tanjung Pati. (ds/edw)