Lion Air Jatuh, 2 Warga Asal Limo Puluah Kota Ikut Jadi Penumpang

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Dua orang putra asal Kabupaten Limapuluh menjadi korban kecelakaaan pesawat Lion Air JT 610 Penerbangan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng-Pangkal Pinang Bangka Belitung pada Senin 29 Oktober 2018, keduanya diketahui bernama Tami Julian asal Jorong Aia Randa, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota serta Fauzan Azim warga Balai Mansiro, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota juga diinformasikan menjadi korban dari peristiwa itu.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun, pesawat Lion Air tersebut mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandara Udara Internasional Sukarno Hatta Pukul 06:20 Wib menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628”  (sekitar Kerawang).

Tami Julian yang bekrja di Perusahaan Telkomsel di Bangka Belitung merupakan anak Ir. Iriun panggilan Yun (57) dengan Aprilia panggilan Via (56). Tami sudah hampir dua tahun bekerja  di Bangka Belitung. Seyogyanya, Tami Julian pada Senin (29/10) kemarin itu, kembali masuk kerja setelah menyelesaikan tugas di Jakarta. Memang sebelum bertolak menuju tempat kerja di Bangka Belitung, Tami Julian tidak sempat pulang kerumah orangtuanya di Bengkulu, Propinsi Bengkulu.

“Memang Tami Julian salah seorang penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Pangkalpinang. Dia hendak kembali ketempat kerja setelah menyelesaikan tugas di Jakarta, tapi tidak sempat pulang ke Bengkulu tempat orangtuanya,” sebut sepupu Tami Julian, Robi Muksis di Jorong Aia Randa, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Senin (29/10) saat bercerita kepada wartawan.

Roby juga menambahkan, Tami Julian bersama kedua orangtuanya dan dua orang kakaknya merantau ke-Bengkulu. Mengingat ibunya, Aprilia bekerja sebagai guru SMA di Bengkulu sedangkan ayahnya merupakan pensiunan Dinas Peternakan Bengkulu. Namun, kelurga besar kedua orangtuanya sama-sama dari Jorong Aia Randa, Nagari Balai Panjang. “Sudah hampir 25 tahun kedua orangtuanya merantau di Bengkulu. Dan kelurga besar ayah dan ibunya di sini (Aia Randa.red). Dan Tami Julian sendiri saat kuliah di Unand Padang pulangnya saat libur kesini, Aia Randa. Begitu juga setiap tahun ketika lebaran selalu pulang dan berkumpul bersama disini,” sebut Robi.

Dia memang dalam waktu dekat ini tidak ada komunikasi dengan Tami Julian. Namun dari Grub WashApp kelurga besarnya, Robi melihat tulisan Tami Julian mengaku telah cek in dan hendak berangkat menuju Pangkalpinang dengan pesawat Laion Air.

Sementara, Fauzan Azim warga Balai Mansiro, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, ikut jadi penumpang pesawat Lion Air tujuan Pangkalpinang itu. Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Am dan Mariati ini bekerja di Konsultan Keuangan. Pemuda ini seyogyanya Senin itu masuk bekerja di Pangkal Pinang.

“Tadi Orangtua Fauzan Azima sudah berangkat menuju Jakarta. Dan memang Fauzan merupakan salah satu penumpang Lion Air,” sebut In, salah seorang masyarakat setempat kepada wartawan. (Edw).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *