Longsor Pasaman, Satu Orang Tewas Tertimbun

Pasaman, dekadepos.com

Satu dari tiga warga yang tertimbun material banjir bandang disertai longsor yang melanda Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman dilaporkan meninggal dunia.

Dari tiga warga yang dinyatakan hilang di lokasi bencana, dua diantaranya sudah ditemukan, satu tewas, satu selamat dan satu hilang.

Seperti dilansir dari harianhaluan.com korban yang dinyatakan tewas yakni Minas (46) warga Pintuai, tertimbun longsor di ladang miliknya

Korban lainnya, Uzi (18), korban selamat namun dalam kondisi kritis. Seorang warga lagi bernama Timah (49), jenis kelamin perempuan sampai malam ini belum ditemukan.

Peristiwa longsor ini terjadi pada Sabtu sore (15/2/2020) sekira pukul 16.30 Wib. Ada berapa titik di Kecamatan Mapattunggul Selatan terjadi banjir bandang longsor. Diantaranya, longsor ladang di daerah Lubuk Pangkalan, Pintuai.

Menurut, Kepala BPBD Kabupaten Pasaman, Ricky Riswandi di lokasi ini menyebabkan 3 orang warga tertimbun longsor. 2 orang sudah ditemukan. Satu selamat, satu meninggal dunia. Satu lagi masih dalam pencarian.

Berikutnya, bencana tanah longsor juga terjadi di Sei Tuor dan menutupi badan jalan sepanjang jalan Pangian menuju Sei Lolo, sehingga akses jalan tertutup.

Titik bencana berikutnya, banjir di Sei Lolo dengan ketinggian air lebih kurang 50 cm. Sejumlah rumah warga dilaporkan rusak. Warga setempat sudah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, tepatnya di SD 08 Sei Lolo.

Pencarian korban juga terkwndala sulitnya akses serta beratnya medan menuju ke lokasi bencana. Butuh waktu tiga jam lebih dari Kota Lubuksikaping agar bisa tiba di lokasi.

“Kita belum dapat gambaran, akses sangat sulit. Komunikasi juga sulit, karena jaringan telekomunikasi tidak ada. Nanti, info updatenya kita kabarkan lagi,” tutupnya. (*)