M.Rahmad Gelar Gerakan Kemanusian Untuk 10 Ribu Warga Kehidupan Sulit

oleh -166 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com

Merasa peduli dengan kondisi sosial masyarakat, utamanya terhadap warga masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota yang nyaris tak berdaya menghadapi dampak penyebaran wabah virus corona atau covid-19, Muhammad Rahmad berkerjasama dengan pedagang pasar dan pajak menggelar kegiatan kemanusian bagi-bagi sembako untuk 10 warga kehiudpan sulit.

 

Menurut calon kuat Bupati Limapuluh Kota ini, kegiatan kemanusian yang digagasnya tersebut adalah gerakan keliling bagi sembako untuk 10 ribu warga kehidupan sulit akibat pandemi Cobid-19.

 

“ Gerakan keliling Sembako untuk 10 ribu warga kehidupan sulit ini akan digelar di pasar dan pajak (warung atau kedai) yang tersebar disejumlah nagari dan kecamatan yang ada di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota,” ujarnya.

 

Diungkapkan Ketua Umum MAPPINDO dan Pembina Bank Infaq ini, Gerakan keliling Sembako untuk 10 ribu bagi warga kehidupan sulit tersebut, syarat dan ketentuannya adalah, Tim Gerakan Bagi Sembako binaannya ini akan berkeliling mengunjungi pasar dan pajak atau warung. Dan, secara acak, warga kehidupan sulit akan mendapatkan sembako gratis tanpa diduga dari pedagang pasar dan pajak atau warung yang telah bekerjasama.

 

Gerakan keliling Sembako untuk 10 ribu warga kehidupan sulit ini, terang Muhammad Rahmad, akan dilaksanakan pada tanggal 11 Mei sampai 30 Juli 2020. 

 

“ Gerakan kemanusian ini dicetuskan untuk membantu warga yang terdampak akibat penyebaran virus corona atau covid-19 yang telah meluluhlantakan ekonomi masyarakat, utamanya warga masyarakat ekenomi lemah,’ ulas calon Bupati Limapuluh Kota yang konsen mengurus sektor pertanian ini.

 

Pada kesempatan wawancara, Muhammad Rahmad, yang terkesan mulai gerah terhadap lambannya penangganan penyebaran virus mematikan ini di Kabupaten Limapuluh Kota, apalagi setelah terkonfirmasinya ada seorang warga Kabupaten Limapuluh Kota positif terpapar virus corona, di media sosial gruop WhatsApp putra terbaik Kabupaten Limapuluh ini mendesak Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota, untuk bergerak cepat memutus mata rantai pandemi covid-19 ini.

 

 

“Jumlah korban meninggal corona bisa ditekan, jika yang terkena virus bisa dideteksi cepat (dini). Setelah dideteksi cepat (dini), penderita bisa diberikan vitamin dan makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Walaupun belum ketemu obatnya, inilah yg dilakukan Singapura, sehingga tingkat kematian terendah dunia ada di Singapura. Banyak yang kena virus tapi banyak yg sembuh dan sedikit sekali yang meninggal,” ujarnya memberikan pandangan.

 

Dijelaskan Muhammad Rahmas, solusi menekan penyebaran covid-19 ini bagi daerah, jangan menunggu Pusat atau Propinsi. Gunakan dana yang ada untuk beli mesin PCR/mesin pendeteksi  Covid-19. “Mesin ini bisa mencek orang terkena covid 19 dalam hitungan menit,” ujarnya.

 

Muhammad Rahmas kemudian menyarankan lakukan pengecekan massal terhadap warga 50 Kota, sehingga agar dalam hitungan menit bisa mendeteksi warga yang sehat dan yang sakit. Yang sakit langsung diisolasi dan diberikan vitamin /treatment. “ Jangan dibiarkan warga meninggal sia sia,’ tekannya.

 

Selain pengadaan mesin PCR/mesin pendeteksi  Covid-19, pemkab juga harus menyiapkan dana untuk APD yang berstandard internasional, agar tenaga medis kita terjaga dan aman.

 

“Disamping siapkan juga sarana untuk isolasi (gunakan ruangan sekolah atau bangunan pemerintah) jika ruangan RSUD tak cukup. Lakukan penanganan satu pintu. Jangan sebar penanganan di seluruh Puskesmas karena itu akan menyebarkan penularan,” pungkasnya. (ds)