Mahasiswa Minang di Yogya Bertulis Surat ke Irwan Prayitno

oleh -2.952 views
Zilal Afwa Ajidin
Zilal Afwa Ajidin

YOGYAKARTA, dekadepos.com 

Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana (IMAMIPAS) Yogyakarta melayangkan surat kepada Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Surat bernomor 002/SP/IMAMIPAS/IV/2020 tersebut berisikan tentang permohonan bantuan terkait kondisi para anggota IMAMIPAS yang masih bertahan di Yogyakarta.

Ketua IMAMIPAS, Zilal Afwa Ajidin, didampingi Sekretaris Darnela Putri mengatakan, puluhan mahasiswa pascasarjana di Yogyakarta memutuskan tidak pulang kampung. Hal ini dilakukannya demi mematuhi imbauan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, untuk tidak pulang kampung demi memutus rantai penularan COVID-19.

“Merujuk kepada surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 360/359/BPBD-2020, perihal imbauan kepada perantau Minangkabau untuk tetap bertahan di luar Sumatera Barat guna meminimalisir penyebaran COVID-19. Kami dari Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana (IMAMIPAS) Yogyakarta berupaya mengikuti imbauan tersebut dengan segala keterbatasan,” kata Zilal Afwa Ajidin.

Zilal Afwa Ajidin menjelaskan, saat ini menurut catatannya ada sekitar 40 orang mahasiswa Minangkabau Pascasarjana asal Sumatera Barat yang bertahan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dia menambahkan bahwa kondisi saat ini di Yogyakarta, mulai banyak wilayah yang dibatasi ruang geraknya, sehingga membuat mahasiswa Minang yang bertahan cukup susah dalam mengakses logistik dan obat-obatan.

“Oleh karena itu, kami dari IMAMIPAS Yogyakarta berinisiatif untuk menggalang donasi serta memohon bantuan berupa logistik yang bertahan lama, makanan, obat-obatan, masker, hand sanitizer dan lainnya. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi saudari Darnela Putri 081268963773,” kata Ketua IMAMIPAS Yogyakarta.

Zilal Afwa Ajidin menambahkan, penggalangan dana ‘dari awak untuak awak’ ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2.800.000. Kemudian uang tersebut disalurkan dalam bentuk 40 paket sembako yang telah dilakukan pada Selasa 7 April lalu.

“Namun hal tersebut dirasa masih kurang karena ketersediaan obat-obatan, masker, hand sanitizer atau makanan lainnya masih terbatas. Untuk itu IMAMIPAS mencoba menyampaikan keadaan ini pada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan berharap agar ketersediaan logistik dan obat-obatan mahasiswa Minang di Yogyakarta bisa tetap aman, sehingga kami pelajar yang ada di Yogyakarta juga berusaha mematuhi arahan pemerintah seperti physical distancing dengan aman dan kediaman masing-masing di Yogyakarta,” pungkas Zilal Afwa Ajidin (AA)