Masyarakat PASBAR Keluhkan Layanan Sambungan Baru PLN

oleh -883 views

Pasaman Barat, Dekadepos.com

Masyarakat di Jorong Pondok Nagari Sasak Kecamatan Ranah Pasisia Kabupaten Pasaman Barat (PASBAR) mengeluhkan Unit Layanan Pelanggan yang diduga telah menyalahi SOP dalam melaksanakan kegiatan pemasangan baru atau biasa di sebut dengan BP (Biaya Penyambungan Baru). Keluhan itu diungkapkan salah seorang masyarakat bernama Yonaldi, Sabtu 2 Oktober 2021.

Keluhan itu berawal dari adanya meteran/KWH yang rusak miliknya yang di laporkan melalui Jaka yang diduga merupakan biro jasa pemasangan listrik.

” Ketika dilaporkan ke seorang biro bernama Jaka, maka meteran /KWH yang rusak langsung diperbaiki, ternyata di loos. Saat itu ia menyebutkan bahwa CB atau meteran sedang kosong di gudang.” Sebut Yonaldi.

Ia juga menambahkan, setelah dilakukan pemutusan pihak P2TL, ia  dikenai denda sebesar Rp. 1.000.000 dengan dicicil selama satu tahun, sesuai dengan bukti yang berikan pihak PLN. Yonaldi juga mengaku tidak keberatan dengan hal itu.  Namun  ada yang merasa aneh, sebab biasanya dalam pemasangan baru secara SOP itu tidak di wajibkan melalui PLN melainkan Loket- loket  atau pos yang telah ditunjuk.

” Saya berharap kiranya pihak PLN Unit Layanan Pelanggan Simpang Empat agar pro- aktif untuk menertibkan adanya dugaan biro liar di Kabupaten Pasaman Barat.” Ucapnya

Ia juga berharap kepada pimpinan UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Bukittinggi untuk selalu memantau atau melakukan pengawasan internal karyawannya yang diduga menyalahi SOP.

” Kita berharap agar UP3 Bukittinggi untuk melakukan pemantau dan pengawasan terhadap internalnya.” Tutupnya.

Sedangkan oknum PLN  inisial “H” Yang di hubungi via telpon mengaku tidak memungut uang seperti yang disampaikan Yonaldi. Ia justru  membantu masyarakat.

” Karena Yonaldi ketahuan mencuri arus, maka dikenakan denda dan pemutusan arus. Kembali dilakukan pemasangan setelah mengikuti aturan PLN yang berlaku.” ujarnya.

Soal dirinya menerima pendaftaran ia memang mengakui ada tapi itu bersifat membantu konsumen, sebab didaerah pondok atau Sasak itu ada oknum biro liar, sehingga ia membantu bukan sebagai biro, karena ia adalah karyawan PLN.

”  Itu salah, jadi saya cuman membantu, sebab ada biro-biro liar. Bahkan ada pegawai (PLN. red) yang dibodoh-bodohi oleh diduga biro liar.  katanya. (SMS/Af)

No More Posts Available.

No more pages to load.