Mengamuk, Wabup Ferizal Ridwan Kirim Mantan TKW ke RSJ Padang

oleh -24 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Kegiatan sosial kemanusian, antara lain mengurus nasib orang-orang gila, sepertinya terus dilakoni Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan.

Walaupun sebagian orang menyebut, mengurus nasib orang-orang gila yang dilakukan Wabup Ferizal Ridwan dituding sebagai “pekerjaan gila”. Namun putra terbaik Lareh Sago Halaban itu, tak peduli. Bahkan, ke”gila” an calon Bupati yang “gila” kepedulian terhadap nasib orang-orang jompo, terlantar, miskin dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang bertahun-tahun hidup dalam kurungan dan pasungan itu, tampaknya kian hari kian meng”gila-gila”.

Bayangkan, sepanjang Selasa 18 Agustus 2020 kemarin, calon Bupati yang benar-benar “gila” sosial kemanusian itu, sedikitnya telah mengurus 6 orang warga tak berdaya yang ada di daerah ini. Empat 4 orang diantaranya adalah warga penderita gangguan jiwa, dikirim Wabup Ferizal Ridwan untuk menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa Ulu Gadut Padang dan Panti Rehabilitasi di Bengkulu.

“ Pada hari ini, kita telah menangani 6 orang warga miskin dan 4 orang warga penderira gangguan jiwa. Empat orang penderita gangguan jiwa tersebut, 2 orang diantaranya kita kirim ke Bengkulu, setelah sebelumnya kita daftarkan. Sedangkan 2 orang penderita gangguan jiwa lainnya, termasuk Elfa Susanti , mantan TKW Malaysia yang dipulangkan majikan setelah menderita gangguan jiwa, hari ini kita kirim untuk menjalani rehabilitasi di RSJ Ulu Gadut Padang. Dan seorang penderita gangguan jiwa lainnya,  hari ini akan kita jemput ke RSJ Ulu Gadut Padang, setelah dinyatakan kejiwaannya tenang usai menjalani perawatan,” ujar Ferizal Ridwan.  

Terkait penanganan Elfa Susanti, warga Jorong Tabiang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, yang dikirim menjalani rehabilitasi di RSJ Ulu Gadut Padang, tentunya, tindakan sosial kemanusian nyata yang dilakukan Wabup Ferizal Ridwan, secara tidak langsung menepis tudingan sebagian orang yang menyebutkan bahwa, perhatian Wabup Ferizal Ridwan terhadap penderita gangguan jiwa adalah sebagai pencitraan.

“ Sebenarnya, mengurus nasib orang jompo, terlantar, miskin dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang bertahun-tahun hidup dalam kerangkeng dan pasungan itu, adalah tanggungjawab kita bersama. Artinya, terhadap orang-orang terlantar itu harus kita urus. Mari kita memanusiakan manusia,” pungkas Ferizal Ridwan.

DERITA TKW MALANG

Terhadap nasib. Elfa Susanti (35 tahun) warga Jorong Tabiang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, yang terpaksa dipulangkan majikan karena mengalami gangguan jiwa, menambah panjang daftar Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang bernasib malang.

Setidaknya, nasib buruk itu dialami putri ke empat ibu Mailis (72 tahun) dan Junizar (alm) yang kini terpaksa hidup dalam pengasingan, akibat gangguan jiwa yang dideritanya tak mampu diobati karena faktor ekonomi.

Mirisnya, hampir setahun lamanya wanita berwajah cukup cantik itu dikurung di kamar pengasingannya. Dan, selama setahun itu pula, Elfa Susanti hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan dan menyedihkan.

Bayangkan, di kamar sempit berukuran 3×3 meter itu, Elfa Susanti, hidup dalam bayang-bayang yang buram dan kusam. Dan, di kamar kumuh penuh sampah plastik bercampur kotoran manusia itu, dia menghitung hari, merajut mimpi yang tak pernah bertepi dan berkesudahan.  Bahkan, di bilik nan sepi itu pula, Elfa Susanti terbaring di atas lantai ubin yang dingin tanpa dililit satu helai benang pun.

Baca juga: https://www.dekadepos.com/derita-tkw-asal-limapuluh-kota-dikurung-karena-alami-gangguan-jiwa/

Setelah dikabarkan mengamuk dan bahkan telah melukai orang tua perempuannya beberapa hari lalu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan langsung merespon kabar buruk tersebut dan mendatangi kediaman Elfa Susanti.

Setelah mendapat persetujuan dari keluarga dan pihak pemerintahan Jorong dan Nagari setempat, akhirnya Wabup Ferizal Ridwan membawa mantan TKW malang itu untuk menjalani rehabilitasi di RSJ Ulu Gadut Padang. (ds)