Mengenal LSD dan identifikasinya

oleh -512 views
Foto : Sooperboy

Oleh : Mahasiswa STIFI Perintis Padang

Dunia industri K-Pop kembali digemparkan oleh kabar tak sedap dari salah satu anggota boygroup iKon yang terkenal lewat lagu “love Scenario”, Kim Hanbin atau yang dikenal dengan nama panggung B.I merupakan mantan leader dari boygroup ini diduga memesan narkotika jenis LSD pada tahun 2016 silam melalui percakapan di kakao talk yang dirilis oleh Dispatch, Dispatch  dapat dikatakan sebagai  media paparazzi yang handal dalam  menguak  berita serta skandal baik skandal hubungan asmara maupun kriminal para selebriti Korea Selatan.

LSD atau yang memiliki nama lain Lisergida atau Lisergic Acyd merupakan  jenis narkotika golongan I pada penggolongan narkotika dalam Undang-undang No. 35 Tahun 2009 yang sebelumnya termasuk ke golongan Psikotropika Golongan 1 dalam Undang-Undang  no. 5 Tahun 1997.  Seorang ahli kimia Albert Hofmann yang bekerja di Pabrik Farmasi Sandozdi, Switzerland pada tahun 1938 berhasil  mensintesis LSD untuk pertama kalinya dari ergot, sebuah butir jamur dari keluarga ergolina yang biasanya tumbuh di rye (gandum hitam) yang penggunaan awalnya diindikasikan untuk stimulan pernafasan Namun pada tahun 1943 baru ia mengetahui adanya efek halusinogen dari LSD ketika ia menelannya dan kemudian dipasarkan oleh Sandoz dengan  nama dagang Delysid sebagai obat psikiatri.

Mekanisme kerja LSD yaitu dengan merangsang produksi serotonin di korteks dan struktur dalam otak dengan cara mengaktifkan reseptor serotonin, otak akan merespon stimulasi ini dan stimulasi berlebih ini yang akan menyebabkan perubahan dalam pikiran, perhatian, persepsi dan emosi, perubahan-perubahan ini muncul sebagai halusinasi yang merupakan sensasi tampak nyata tetapi diciptakan oleh pikiran sendiri.

Dalam terapi  penghentian penggunaan LSD berbeda dengan narkotika dan psikotropika pada umumnya, jika obat narkotika dan psikotropika lain biasanya diterapi dengan metode detoksifikasi melalui penurunan dosis secara perlahan sampai efek adiktif hilang, sedangkan LSD dapat diterapi dengan metode Abstinensia yaitu dengan penghentian pemakaian obat secara langsung. Hal ini karena LSD bersifat non adiktif dan memiliki toksisitas yang rendah. Tentu saja untuk terapi penghentian LSD ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter karena biasanya pemakai LSD akan beralih mencoba obat-obatan lain setelah penghentian pemakaian LSD.

Dalam metode identifikasi LSD dalam tubuh manusia, digunakan seperti uji narkotika pada umumnya yaitu dengan tes urine dengan metode strip test  ataupun card test , melalui pemeriksaan darah yang dapat dilihat dari hasil SGOT dan SGPT yang meningkat karena biasanya pemakai narkoa dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya hepatomegali. Selain itu juga dapat menggunakan metode uji melalui rambut. Analisa sampel rambut memiliki banyak keunggulan sebagai metode skrining awal untuk keberadaan narkotika.

Ada beberapa kelebihan dari analisis rambut  bila dibandingkan dengan uji kemih (urine test), diantaranya :

  1. Narkoba dan metabolisme narkoba tetap berada dalam rambut secara abadi dan mengikuti pertumbuhan rambut yang berlangsung sekitar 1 inchi per 60 hari, dibandingkan dengan dalam urine yang segera berkurang dan menghilang dalam waktu singkat, umumnya antara 48-72 jam karena pengeluaran secara berkala
  2. Uji rambut dapat mendeteksi dan menapaki (to trak) jangka waktu penggunaan melalui uji segmentasi sepanjang perjalanan rambut sekitar 1,5 cm per bulan, sehingga dapat mendeteksi penyalahguna periodik atau kronis.
  3. Secara operasional pengambilan dan penyimpanan contoh rambut jauh lebih sederhana dan tidak menjijikkan sepeti dalam pengumpulan kemih (tes urine).
  4. Tingkat akurasi nya lebih akurat

Jika pemakai narkoba berhenti mengkonsumsi selama satu bulan, saat diuji urin tidak akan terdeteksi, karena komponen obat dapat bertahan pada rambut selama 60 – 90 hari. LSD dapat bertahan dalam darah selama 3 jam, sedangkan pada urine dan rambut dapat bertahan sampai  3 hari. (Mahasiswa STIFI Perintis Padang *).

  1. Silfhany Farokhizar
  1. Suaibatul Islamiyah
  2. Meilani Veronica
  3. Mardhatillah
  4. Else Dian Pramita
  5. Lira Permata Mizola

No More Posts Available.

No more pages to load.