Menikmati Pesona Alam ‘Puncak Lurah Maek Garden’ Bersama Bupati Safaruddin

oleh -1.768 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Nagari Maek, Kecamatan Bukik Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, ternyata tidak hanya terkenal dengan julukan nagari sejarah purbakala Seribu Menhir dan cerita rakyat yang telah melegenda tentang Bukik Posuak Pao Ruso saja.

Namun, lebih jauh dari itu, Nagari Maek juga memiliki potensi alam nan sangat mempesona dan sangat menjanjikan untuk dijadikan sebagai daerah kunjungan wisata.

Panorama Puncak Lurah Maek Garden, adalah salah satu kawasan wisata alam yang saat ini sedang digandrungi wisatawan lokal, utamanya anak-anak muda yang datang berkunjung sebagai destinasi wisata baru di Nagari Maek.

Dari Panorama Puncak Lurah Maek Garden ini, para wisatawan dapat menikmati keindahan alam Nagari Maek, yang seolah-olah keberadaannya ibarat sebuah perkampungan yang berada di sebuah lembah dan yang dipagari Bukit Barisan yang berjejer memanjang mengelilingi Nagari Maek.

“Pesona alam Nagari Maek, benar-benar memiliki potensi untuk bisa dikembangkan menjadi daerah kunjungan wisata. Pasalnya, Nagari Maek ini tidak hanya terkenal sebagai nagari sejarah dengan ditemukannya situs peninggalan kepurbakalaan yang dapat dijadikan sebagai objek wisata budaya dan penelitian yakni ditemukannya Seribu Menhir,” ungkap ungkap Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo saat berkunjung ke Panorama Puncak Lurah Maek Garden, Kamis (30/9/2021).

Tidak hanya itu, ulas Bupati Safaruddin, di Nagari Maek ada sebuah keajaiban alam dengan ditemukannya sebuah bukit yang berlobang. Warga setempat menyebut bukit tersebut adalah Bukik Posuak Pao Ruso, yang konon memiliki legenda tentang kesaktian seorang tokoh yang hidup pada peradaban masa lalu.

Bupati Safaruddin mengakui bahwa, Nagari Maek memiliki sejarah yang hebat karena banyak destinasi wisata dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan dan terus digali.

Nagari Maek yang berada pada sebuah lembah memiliki tiga anak sungai yaitu Batang Kincuang, Batang Sugak dan Batang Penawan yang ketiganya masuk ke Batang Mahat sebagai sungai terbesar.

“Potensi Batang Mahat ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sungai atau arum jeram. Jika hal ini dapat diwujudkan, tentu nantinya akan menghadirkan potensi ekonomi baru di Nagari Maek, sehingga perekonomian masyarakat setempat dapat meningkat,” ujar Bupati Safaruddin.

Dikatakan Bupati Safaruddin, dalam pemerintahannya sesuai dengan Visi dan Misi Kepala Daerah, seluruh pemerintah Nagari yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota diminta untuk menggali potensi wisata yang ada di di daerahnya.

“ Sektor pariwisata yang ada di Nagari memiliki potensi sangat besar untuk dapat dikembangkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat. Banyak potensi alam yang dapat digali dan dikembangkan menjadikan destinasi wisata baru di Kabupaten Limapuluh Kota. Salah satunya contoh potensi alam yang sangat menjanjikan karena memiliki pesona alam nan sangat indah dan dapat dijadikan sebagai daerah kunjungan wisata bagi keluarga itu adalah Panorama Puncak Lurah Maek Garden,” ujar Bupati Safaruddin.

Diakui Bupati Safaruddin, di Panorama Puncak Lurah Maek Garden para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam nan indah sambil menikmati sejuknya semilir angin yang bertiup lembut dari puncak Bukit Posuak Pao Ruso.

Untuk memuaskan selera para wisatawan yang datang berkunjung ke Panorama Puncak Lurah Maek Garden, pihak pengelola objek wisata alam ini telah menyiapkan tempat duduk seperti dangau-dangau sambil menikmati lezatnya minuman dengan beragam menu termasuk makanan yang dapat dinikmati sesukanya.

Berkunjung ke Nagari Maek, tidak hanya dapat menikmati keindahan alamnya yang mempesona, namun sekaligus juga dapat menikmati peninggalan sejarah peradaban masa lalu dan itu dapat dibuktikan banyaknya ditemukan situs purbakala menhir peninggalan budaya megalitik yang sampai detik ini batu-batu menhir berbagai ukuran berbentuk kepala binatang, pedang atau tanduk dan dihiasi ukiran dengan pola-pola menarik itu keberadaannya sampai saat ini masih mengandung misteri.

Ada yang menyebutkan jika menhir tersebut sebagai tempat pemujian atau sebagian ada juga yang menyatakan batu nisannya manusia masa lalu yang pernah hidup dan berkembang biak sekitar 6000 tahun lalu sebelum Masehi di Nagari Maek.

“Di Nagari Maek juga ada cerita sejarah yang telah melegenda tentang Bukik Posuak Pao Ruso. Masyarakat Nagari Maek mengakui bahwa, keberadaan Bukik Posuak Pao Ruso sudah lama menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun wisatawan manca negara,” ungkap Bupati Safaruddin. 

Bupati Safaruddin juga menyebutkan, bagi para wisatawan yang menyukai pesona dan keindahan alam termasuk para pelancong yang suka dan hobbi menggali potensi budaya dan sejarah, datanglah berkunjung ke Nagari Maek, karena daerah yang berada di kawasan Kecamatan Bukik Barisan ini benar-benar layak dijadikan sebagai daerah kunjungan wisata. Semoga! (doddy sastra)    

No More Posts Available.

No more pages to load.