Meratapi Masjid Tua Nagari Sialang yang Terancam Roboh

oleh

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Masyarakat Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, telah lama risau menyaksikan kondisi Masjid tua yang berada di nagari tersebut. Betapa tidak, sebagai Masjid tua yang hampir berumur 100 tahun lebih, kini tempat ibadah yang terbuat dari kayu yang dulu menjadi kebanggaan anak nagari Sialang itu, terancam roboh.

“Minggu siang (28/3/2021) bagian qubah Masjid Godang Nagari Sialang tersebut runtuh akibat dimakan usia,” sebut Iyun, saksi mata yang melihat bagian atap atau qubah Masjid tua tersebut ambruk.

Tak hanya Iyun yang marasa kaget runtuhnya qubah Masjid tua tersebut. Namun, sejumlah warga setempat yang menyaksikan ambruknya bagian atap atau qubah Masjid itu juga merasa terkejut. Pasalnya, saat peristiwa itu terjadi, tak ada hujan maupun badai menerpa Masjid tua Nagari Sialang tersebut.

Walinagari Sialang, Zasmurdi Khatib yang mendapat kabar ambruknya bagian qubah Masjid Godang Nagari Sialang tersebut langsung memerintahkan Kepala Jorong Sialang untuk segera meninjau kondisi bangunan Masjid yang nyaris roboh itu.

“ Menurut laporan dari masyarakat, ambruknya bagian qubah atau atap Masjid tersebut akibat melapuknya tiang-tiang kayu yang menjadi penyangga atap masjid,” ungkap Walinagari Sialang Zasmurdi Khatib.

Diakui Zasmurdi Khatib, bangunan Masjid Godang Nagari Sialang itu sudah terlalu tua serta dimakan usia. Pihak Pemerintah Nagari sudah tidak punya daya untuk mendapatkan bantuan guna melakukan renovasi terhadap sebagian tiang-tiang kayu penyanggah bangunan yang semestinya sudah harus diganti karena sudah banyak yang kropos dan lapuk.

“ Secara aturan, dana yang bersumber dari pemerintahan nagari tidak boleh dipergunakan untuk merenovasi bangunan Masjid Godang Nagari Sialang ini,” ungkap Zasmurdi Khatib.

Menurut Zasmurdi Khatib, upaya untuk meminta bantuan dari pihak pemerintah, khususnya kepada pihak Badan Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, untuk renovasi pernah dilakukan.

“Namun, sampai hari ini, tak satupun permohonan yang sudah dilayangkan itu mendapat tanggapan,” ujar Zasmurdi Khatib.

Zasmurdi Khatib juga menyatakan bahwa, dulu Masjid Godang Nagari Sialang itu adalah tempat berkumpulnya para tokoh masyarakat guna merumuskan berbagai hal terhadap masyarakat  Nagari  Sialang. Disamping itu, Masjid Godang ini juga berpungsi tempat mendidik anak-anak mengaji.

“Tak sedikit orang-orang sukses yang lahir setelah mengenyam pendidikan di Masjud Godang Nagari Sialang ini. Sebut saja misalnya, mantan Bupati Limapuluh Kota dua periode almarhum  Prof. DR Azis Haily MA, sejak kecil almarhum dibina di Masjid Godang ini,” ulas Zasmurdi Khatib.

Seorang tokoh masyarakat Nagari Sialang, H Edwar Idrus, yang sekaligus adalah Ketua Umum Ikatan Keluarga Kapur IX Family Serantau  (IKKS) yang ada di Kota Pekambaru, Riau, menyatakan keprihatinan atas rendahnya perhatian Pemkab Limapuluh Kota maupun Pemprov Sumbar terhadap upaya pelestarian rumah ibadah yang memiliki nilai sejarah ini.   

Menurutnya, seluruh tokoh masyarakat Nagari Sialang, baik yang berada diperantauan maupun yang bermukim di kampung halaman termasuk Pemerintahan dan masyarakat Nagari Sialang, agar duduk bersama mencarikan solusi untuk terancam robohnya Masjid Godang Sialang ini.

“ Masjid Godang Sialang ini sarat dengan sejarah. Untuk itu, agar bangunan ini tidak terancam roboh, sepatutnya dicarikan solusi untuk segera merenovasi,” pungkas H Edwar Idrus. (ds)