Meratapi Nasib ‘Manusia Rantai’ Tinggal di Perkampungan Sepi Karena Warga Sudah Lama Eksodus

oleh -5.925 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Kegiatan kemanusian dalam rangka memberikan perhatian kepada warga terlantar, jompo, miskin dan papa tak terurus serta terhadap orang-orang penderita gangguan jiwa, terus dilakukan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan.

Meski pun Wabup Ferizal Ridwan menyebut bahwa, mengurus dan memberikan perhatian kepada warga terlantar, jompo, miskin dan papa tak terurus serta kepada penderita gangguan jiwa adalah pekerjaan ‘gila’ kemanusian.

Namun Wabup Ferizal Ridwan tak peduli, dan malah, dia semakin ‘gila-gilaan’ memberikan perhatian kepada penderita gangguan jiwa yang dia temukan di Kabupaten Limapuluh Kota.

“ Memberikan perhatian kepada warga miskin, jompo dan terlantar dan tak terurus serta kepada orang-orang penderita gangguan jiwa, adalah sebuah pekerjaan mulia. Artinya, bagi saya, urusan kemanusiaan di atas derjat kemuliaan jabatan dan membumikan aksi-aksi rahmatan lil alamin, disamping bersyukur berterima kasih dalam berkah,” ujar Wabup Ferizal Ridwan berpendapat.

Buktinya, sehari setelah Wabup Ferizal Ridwan bersama Ketua DPRD Deni Asra, menjambangi, Elfa Susanti (35 tahun) warga Jorong Tabiang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, yang terpaksa dikurung oleh keluarganya karena mengalami gangguan jiwa, Senin kemaren (6/7/2020) Wabup Ferizal Ridwan kembali mengunjungi seorang warganya penderita gangguan jiwa yang telah bertahun-tahun hidup dalam pasungan dengan cara dirantai.

Baca: https://www.dekadepos.com/derita-tkw-asal-limapuluh-kota-dikurung-karena-alami-gangguan-jiwa/ 

Pria malang penderita sakit jiwa yang hidup di rantai itu adalah Em (36 tahun) tinggal di perkampungan yang tak lagi berpenghuni. Sepi, karena warganya sudah lama eksodus karena desa itu daerah rawan longsor yakni Jorong Taratak, Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Diperkampungan nan sepi di sebuah gubuk reot ukuran 4×5 meter, berlantai tanah dan berdinding tadir lapuk dan sebagian atapnya sudah ditambal dengan plastik untuk mencegah bocor itu, pria ini tinggal bersama keluarganya dengan kondisi dirantai.

Meski menempuh jalan setapak sepanjang lebih kurang 1,5 kilometer untuk bisa mengunjungi tempat pria itu dipasung, Wabup Ferizal Ridwan didampingi anggota DPRD Limapuluh Kota, Emi Setiawan, Camat Guguak, pimpinan Puskesmas Guguak, Pejabat Wali Nagari Kubang, Kepala Jorong Taratak Kubang dan tokoh masyarakat Harmi ZA, akhirnya berhasil menjambangi pria malang itu dalam kondisi memprihatinkan.

Informasi yang diterima Wabup Ferizal Ridwan menyebutkan bahwa, Em menderita gangguan jiwa sejak tahun 2018 silam. Pria itu diketahui mengidap gangguan jiwa, setelah dia membakar rumahnya dan merusak tanaman di sawah dan di ladang serta tindakannya mulai meresahkan masyarakat.

“ Sejak peristiwa dia membakar rumahnya itu, Em terpaksa kehilangan tempat tinggal dan kini tingal di sebuah gubuk reot bersama keluarga,” ungkap Wabup Ferizal Ridwan.

Wabup Ferizal Ridwan juga menceritakan, tempat tinggal Em  adalah kampung tinggal karena tahun 1993 lalu penduduk setempat dipindahkan ke Dharmasraya, tepatnya di Rimbo Bujang, karena tanah di daerah labil sering amblas atau galodo, sehingga satu desa diungsikan.

“ Melihat kondisi Em, kita berupaya untuk melayani dan merawatnya agar bisa direhabilitasi di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental di Bengkulu. Kondisi Em dimungkinkan untuk bisa diobati, “ ungkap Wabup Ferizal Ridwan.

Kepada semua pihak, utamanya bagi orang-orang yang punya jiwa kemanusian dan sosial, Wabup Ferizal Ridwan berharap agar perkerjaan ‘gila’ kemanusian yang dia lakukan yakni mengurus dan memberikan perhatian terhadap orang-orang gila, jompo, miskin dan terlantar ini, mendapat dukungan dari semua pihak.

“ Bagaimana pun juga, orang-orang gila, jompo, miskin dan terlantar itu, juga manusia dan butuh perhatian semua pihak, termasuk pemerintah daerah,” pungkas Wabup Ferizal Ridwan. (ds)