Meratapi Nasib Orang-orang Jompo di Panti Jasa Ibu Nagari Situjuah Batua

oleh -1.025 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Berkunjung ke panti jompo Jasa Ibu di Jorong Lokuang, Nagari Situjuah Batua, kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, saat mengantarkan bantuan sosial berupa fasilitas tempat tidur, protein, susu kalsium, serta kebutuhan makanan para lansia bagi penghuni panti berasal dari sumbangan Hamba Allah yang digalang komuditas peduli, Kamis siang (2/4/2020), benar-benar jatuh ke dalam air mata ini.

Betapa tidak, dari 23 orang penghuni panti, seluruhnya sudah lanjut usia bahkan diantaranya ada yang sudah pikun tidak mengenal nama dan daerah asalnya, terpaksa dan pasrah menghabiskan hari tuanya nan nestapa di dalam kamar sempit berdinding triplek dalam keterasingan tanpa kasih sayang dari istri atau suami, anak serta sanak keluarganya.

“Tak sampai hati dan kasihan kita melihat kondisi orang-orang jompo yang ada di panti Jasa Ibu ini. Meski di panti ini mereka diasuh dan mendapat perawatan serta diberi makan dan minum oleh pengelola panti. Namun, tetap saja, lintuah hati kita melihat kondisi sosial penghuni panti yang sudah tua renta jauh dari keluarga mereka,” ujar Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan yang berkunjung ke panti jompo Jasa Ibu belum lama ini.

Lebih menyedihkan lagi, pengelola panti jompo Jasa Ibu, Dewi, kepada orang nomor dua di Kabupaten Limapuluh Kota itu sempat berkeluh kesah, tentang kondisi panti yang dikelola pihak Yayasan Jasa Ibu, tak lagi mendapat dukungan dana dari pemerintah termasuk Pemkab Limapuluh Kota.

“ Saat ini, kelangsungan hidup dari penghuni panti Jasa Ibu hanya menghandalkan keuangan yang terbatas dari pengelola yayasan. Kecuali itu, ada beberapa donotur atau orang-orang peduli yang datang ke ke sini untuk memberikan sedikit bantuan guna memenuhi kebutuhan hidup penghuni panti. Namun, bantuan tersebut sangat terbatas dan pengelola panti Jasa Ibu kesulitan memenuhi segala kebutuhan,”ujar Dewi.

Wanita berhati lembut dan terlihat tabah menghadapi kondisi sosial penghuni panti Jasa Ibu itu mengaku, betapa pun sulitnya kondisi panti, amanah untuk memuliakan dan memanusiakan orang-orang terbuang, terlantar dan tak berdaya ini, harus terus dilakoni.

“Ini amanah yang diberikan Allah SWT kepada Yayasan Jasa Ibu sebagai lembaga sosial kemanusian untuk menolong orang-orang jompo yang terbuang dan diabaikan keluarga mereka,” ujar Dewi.

Diakui Dewi, sebagian besar penghuni panti datang dari berbagai daerah di Sumbar bahkan ada dari Riau. Orang-orang ini dulunya terlantar, menggelandang tak terurus oleh keluarganya dan akhirnya ditampung di panti ini.

“Semua yang direkomendasikan ke sini kami tampung. Alhamdulillah, belum pernah ada yang ditolak,” ungkap Dewi.

Menurut Dewi, di panti Jasa Ibu ini orang orang jompo itu diasuh dan dibina serta dipelihara. “Butuh ketabahan dan kesabaran bagi kita untuk mengurus orang-orang jompo ini, karena sebagai besar kondisi mereka sudah renta dan bahkan untuk buang hajat saja ada diantara mereka tak mampu beranjak dari tempat tidurnya,” ujar Dewi.

Dewi mengakui bahwa, saat ini pihak Yayasan Jasa Ibu kesulitan mencarikan biaya buat mencukupi kebutuhan. Selain makan, juga fasilitas lain seperti tempat tidur yang mulai kurang memadai.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, yang datang ke panti Jasa Ibu tersebut bersama Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra, memberikan apresiasi atas kepedulian donatur yang sudah mau menyumbangkan sedikit rejekinya, guna mengatasi persoalan sosial di panti jompo ini. Termasuk apresiasi kepada pihak Yayasan Jasa Ibu yang sudah mengorbankan banyak hal untuk mengurus orang-orang jompo di panti ini.

“Jika saja banyak orang yang bersedia menyisihkan sedikit hartanya buat membantu terhadap orang-orang yang menghadapi masalah sosial termasuk orang-orang jompo di panti Jasa Ibu ini, saya yakin persoalan sosial yang ada di daerah kita akan dapat diatasi. Sebab, masalah sosial cukup komplit di daerah kita dan tentu sangat butuh kepedulian kita bersama,” harap Ferizal Ridwan. (doddy sastra)