Meresahkan, Harimau Liar Usik Ketenangan Warga Bukik Sundi Kabupaten Solok

oleh -720 views
Walinagari Bukik Tandang, Wendra, saat berdiskusi tentang satwa liar yang masuk ke nagari Bukik Tandang bertempat di kantor wainagari, Sabtu (11/4)
Walinagari Bukik Tandang, Wendra, saat berdiskusi tentang satwa liar yang masuk ke nagari Bukik Tandang bertempat di kantor wainagari, Sabtu (11/4)

SOLOK,Dekadepos.com

 
Masyarakat Nagari Bukik Tandang, Kecamatan Bukik Sundi, Kabupaten Solok, merasa resah dengan kehadiran harimau liar di kampung mereka sejak dua Minggu terakhir.
 
“Ya, sudah hampir dua Minggu ini binatang buas berupa harimau menampakan diri di kampung dan sudah banyak warga yang melihat,” terang Wendra, Walinagari Bukik Tandang, Sabtu (11/4/2020). Kehadiran “inyiak balang’ tersebut, jelas mengusik ketenangan warga, bahkan membuat warga takut keluar rumah dan pergi kekebun mereka.
 
Penampakan harimau tersebut pertama terjadi sekitar satu Minggu lalu di kebun milik warga. Selanjutnya sudah dua kali masuk ke kampung l terutama di Jorong Kampuang Tangah yang notabenya di pusat pemerintahan nagari Bukik Tandang.
 
Secara geografis, Bukik Tandang memang masih berbatas langsung dengan kawasan hutan. Namun selama ini warganya hidup dengan tenang.
Penampakan harimau masuk kampung tersebut jelas mengusik ketenangan warga. Apalagi binatang buas ini sering melintas di sekitar perkebunan warga dan pada malam hari juga ada warga telah melihat dua harimau tengah melintas tidak jauh dari permukiman penduduk.
 
Sejumlah warga pun mendatangi lokasi penampakan harimau dan warga pun mendapati sejumlah jejak kaki harimau yang masih baru yang hanya berjarak 100 meter dari kantor Walinagari.
 
“Jumlahnya mungkin sekitar 3 Tiga ekor dan kita langsung meminta bantuan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar dengan cara mengirim surat. Dan Alhandulillah tim dari BKSDA sudah datang,” sebut Wendra.
 
Tim yang datang dipimpin langsung oleh Ketua Penanganan konflik Harimau dari BKSDA Sumbar, Resort Solok Seksi Konservasi Wilayah III, Afrilius dengan anggota, Rully Permana, Romi Juanda dan Gusman Efendi.
 
“Kita akan berusaha agar harimau ini menjauh dari perkampungan dan malam kemaren sudah kita lakukan pengusiran dengan memakai meriam karbit sampai jam 03:30 Wib. Semoga harimau tersebut sudah menjauh dari pemukiman warga,” sebut anggota BKSDA Sumbar, Romi Juanda, Sabtu (11/4) yang diamini rekannya Gusman Efendi.
 
Tokoh masyarakat Bukik Tandang, Mbah Surip (60), mengaku heran dengan kehadiran satwa buas tersebut. “Kita berharap harimau tersebut kembali ke hutan dan kalau tidak dikhawatirkan nantinya dapat mencelakai warga,” sebut Mbah Surip. Pihaknya menilai selama ini Bukik Tandang aman dan tidak pernah ada harimau tan terdengar hingga masuk kampung Bukik Tandang.
 
Untuk itu pihaknya meminta pihak terkait untuk dapat memburu harimau itu untuk dapat dievakuasi dari kampung tersebut.
 
Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbarpun memahami kecemasan warga. Untuk itu mereka sengaja datang ke lokasi untuk meredam situasi kecemasan yang dirasakan oleh warga Bukik Tandang.
 
Ketua Penanganan konflik Harimau dari BKSDA Sumbar, Resort Solok Seksi Konservasi Wilayah III, Afrilius, menyebutkan bahwa upaya penanganan konflik harimau di Bukik Tandang akan dilakukan baik melalui patroli di malam hari untuk memberi rasa nyaman kepada masyarakat serta telah menurunkan pawang harimau ke lokasi.
 
 
“Kami berharap pengusiran dengan menurunkan tim dan pawang harimau kesini agar harimau bisa menjauh dari kampung dan kembali ke habitat hutan,” sebut Afrilius.
 
Jika pengusiran harimau metode pawang nantinya tidak berhasil menghalau harimau masuk ke dalam hutan maka penanganan selanjutnya yang akan diambil adalah melakukan evakuasi terhadap harimau tersebut (jarbat)