Mesjid Tempat Berpolitik, Umat Islam Jangan Dilarang-larang

oleh -1.820 views

Payakumbuh, Dekadepos.com

Ratusan Jemaah dari berbagai tempat Di Sumatera Barat menghadiri Tabligh Akbar yang digelar di Mesjid An-nur Balai Baru Kenagarian Koto Nan Gadang Kecamatan Payakumbuh Utara Jumat malam 26 Oktober 2018. Kegiatan yang juga didukung oleh Forum Umat Islam (FUI), GNPF Ulama, Alumni 212, Suara Islam serta Forum Caleg Muslim itu juga bakal diisi dengan Gerakan Indonesia Sholat Shubuh (GISS) esok harinya.

Sejumlah ulama Nasional dan Sumatera Barat memberikan ceramah dalam Tablig Akbar yang digelar setelah Sholat Isya berjamaah termasuk dalam GISS, Diantarannya, KH. M. Khatat, Ust. Bernadus Abdul Jabbar, Ust. Zulkifli “Akhir Zaman”, Ust. irfianda Abidin, Ust. Ibnu Agi D. Gani, Ust. Jelfatullah, Ust. Rinaldi serta banyak ustad lainnya.

Ustad Fikri Baremo dalam ceramah pembukaan mengatakan bahwa Umat Islam saat ini menjadi umat yang kalah di negeri sendiri. Untuk itu kedepannya kita jangan salah memilih pemimpin.

” Saat ini umat islam menjadi umat yang kalah di Negeri sendiri.” ujarnya.

Sementara Ketua Parik Paga Nagari Sumatera Barat, Ust. Ibnu Agi D. Gani mengatakan bahwa saat ini tauhid kita sedang digoncang, apalagi yang memperjuangkan kemerdekaan adalah umat Islam jadi jangan sampai kita tidak menikmatinya.

” Jangan sampai kita yang memperjuangkan kemerdekaan malah tidak bisa menikmatinya, Indonesia milik kita, saat ini tauhid kita sedang digoncang dengan adanya pembakaran bendera tauhid yang disengaja.” ujarnya.

Calon Anggota Legislatif DPRD Propinsi Sumatera Barat itu juga mengatakan dengan adanya pro dan kontra terhadap kemunculan Islam Nusantara menandakan bahwa Islam Nusantara itu sesat dan berbahaya apalagi Islam Nusantara mengklaim kebenaran tanpa dalil.

” Kesesatan dan kerusakan akan muncul jika Islam Nusantara dibiarkan, untuk itu mari kita atasi dengan kembali pada Al -Quran dan Sunnah. Minangkabau menolak Islam Nusantara, Minangkabau akan jadi benteng terakhir Indonesia dalam menolak Islam Nusantara.” Ujar Ustad yang banyak membina Mualaf ini.

Ustad Irfianda Abidin, Ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) yang juga pengusaha Hotel Muslim / Syariah di Kota Padang mengatakan bahwa Umat Islam, khususnya Mesjid-mesjid di Payakumbuh jangan mau Dilarang-larang oleh Bawaslu jika ingin berpolitik di Mesjid. Sebab Rasulullah saja berpolitik dan menjadi pemimpin agama si Mesjid.

” Mesjid di Payakumbuh jangan mau didikte oleh Bawaslu, karena kita punya hak. Rasulullah saja berpolitik di Mesjid.” ujarnya.

Ia juga menyayangkan bahwa sebelumnya di Kota Padang, Bawaslu sempat meminta kita membatalkan pembekalan terhadap Caleg Muslim yang kita laksanakan di Mesjid, meski akhirnya pembekalan tersebut tetap terlaksana di Mesjid.

” Kita sayangkan Bawaslu melarang bicara -bicara Politik di Mesjid.” ujarnya sambil mengajak ratusan Jemaah meneriakkan kalimat Takbir.

Ustad Namrudin DF, Ulama asli Betawi yang beristrikan wanita asal Pariaman Sumatera Barat dalam ceramah singkatnya mengajak umat Islam untuk berpolitik, sebab jika umat Islam tidak berpolitik maka suatu saat Umat Islam akan dipimpin oleh orang yang tidak peduli dengan Islam. Selain itu, Namrudin juga mengajak untuk mendukung GISS dengan cara meramaikan sholat shubuh di Mesjid.

” Kita harus berpolitik agar tidak dipimpin oleh orang yang tidak peduli dengan politik. Dan kita juga harus jadi pemilih yang cerdas, jangan hanya karena uang 50 ribu kita mau disuap.” ujarnya.

Ustad. KH. M. khatat, Sekjen FUI dan GNPF yang memimpin Jemaah saat mendeklarasikan GISS di Mesjid An-nur Balai Baru Kenagarian Koto Nan Gadang, mengajak Jemaah untuk meramaikan Mesjid saat sholat shubuh karena sholat berjamaah sangat besar manfaatnya.

” Mari kita bertekad menyukseskan dan mendukung GISS, termasuk untuk membantu Pemerintah agar Negeri kita aman dan Makmur.” Tutupnya.

Usai pembacaan Deklarasi yang diikuti oleh Jemaah, Tabligh Akbar yang dihadiri Ustad Kamrianto dan sekitar 400 orang tersebut diakhiri dengan pembacaan doa.(edw)