Miris, Gedung SMA Negeri 2 Akabiluru Dibiarkan Terlantar

oleh -413 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Dapat dipastikan, pembangunan gedung sekolah yang sedianya akan dijadikan SMA Negeri 2 Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, ditengarai pelaksanaan pembangunannya tidak didukung dengan kajian yang mendalam dan asal menjadi proyek saja.

Buktinya, setelah gedung SMA Negeri 2 Akabiluru yang berlokasi di Jorong Simpang Tiga, Nagari Sariaklaweh, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota itu rampung dibangun dan mengguras uang negara Milliran Rupiah bersumber dari pemerintah pusat. Kini, gedung megah yang dibangun sebanyak 3 unit di atas tanah seluas 2,5 hektar itu, dibiarkan terlantar tanpa aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

Menurut warga setempat, Dayurnita, sudah hampir 6 tahun SMA Negeri 2 Akabiluru ini tidak dimanfaatkan sebagai tempat pendidikan. Meski gedung ini pernah dimanfaatkan sebagai sekolah lokal jauh alias filial oleh SMK Negeri I Kecamatan Guguk, namun aktifitas belajar mengajar tidak berlangsung lama di sekolah tersebut.

“Hanya satu tahun Filial SMK Negeri I Kecamatan Guguk tersebut melakukan kegiatan belajar mengajar di tempat itu. Sejak tahun 2016 lalu, gedung sekolah ini benar-benar tidak dimanfaatkan lagi. Kini, kondisinya sangat memprihatinkan dan fasilitas yang ada di gedung sekolah itu sudah yang rusak dan diselimuti debu,” ungkap mantan guru SD tersebut.

Sementara itu Sekretaris Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sariaklaweh, Saiful Hadi Datuak Bagindo Bosa Nan Kayo menyatakan kepriharinannya atas terjadinya penelantaran gedung SMK Negeri 2 Akabliru tersebut.

Menurut Saiful Hadi Datuak Bagindo Bosa Nan Kayo, seharusnya Pemkab Limapuluh Kota segera mencarikan jalan ke luar agar gedung mewah yang dibangun dengan dana miliiran rupiah itu, dimanfaatkan sebagai mana mestinya.

“Jika gedung ini tidak dimanfaatkan, tentu kondisinya terancam melapuk dan dikhawatirkan akan jadi aset yang mubazir. Lebih memprihatinkan lagi, karena gedung sekolah itu berada di kawasan sepi, dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggunjawab untuk berbuat maksiad,” ungkap Saiful Hadi Datuak Bagindo Bosa Nan Kayo.

Semetara itu Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, yang sempat meninjau keberadaan gedung SMA Negeri 2 Akabiluru itu, Selasa (30/6/2020) mengaku prihatin melihat kondisi gedung sekolah yang tidak dimanfaatkan untuk pendidikan itu.

“Jika gedung ini tidak dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, lebih baik diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola, baik untuk kegiatan pendidikan dan keagamaan, yayasan atau kegiatan lain sosial kemasyarakatan lainnya,” ungkap Ferizal Ridwan.

Wabup Ferizal Ridwan juga mengakui bahwa, gedung SMA Negeri 2 Akabiluru tersebut adalah salah satu dari sekian banyak aset Pemkab Limapuluh Kota yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Terhadap aset-aset yang tidak dimanfaatkan secara baik, seharus dicarikan jalan keluarnya, termasuk aset gedung SMA Negeri 2 Akabiluru ini, juga harus dicarikan solusi agar masyarakat tidak menilai penelantaran aset,” pungkas Wabup Ferizal Ridwan.  (edw)