Oh..Nurjani, Wanita Renta nan Malang itu Menunggu Hadirnya Pemerintah dan Orang-orang Peduli

oleh -1.285 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Nurjani, wanita malang berusia 80 tahun itu tak lagi menitikan air mata apalagi berusaha meratap dan menanggis, ketika kawan-kawan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) datang menyambangi ke gubuknya nan reot menyaksikan kondisi kehidupannya yang benar-benar mengiris-iris jiwa dan rasa kemanusian.

Agaknya, air mata wanita tua itu sudah lama kering, setiap hari meratapi nasibnya nan malang. Bayangkan, hampir 10 tahun hidup sebatang kara di gubuk berukuran sekitar 2 X 2 meter berdinding anyaman mambu dan beratapkan plastik seadanya, kondisi tempat tinggalnya tak lebih baik dari kandang sapi. (maaf, memakai istilah kandang sapi). Di tempat itulah Nurjani menghabisi hari-hari tuanya.

Kepada kawan-kawan dari LSM Sago Peduli Indonesia (SPI) dibawah pimpinan Bambang Heri yang datang menjambanginya, wanita tak beruntung warga Jorong Subaladuang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota itu, menceritakan nasib malangnya yang setiap hari hanya hidup dari belaskasihan orang lain.

“ Karena didera usia yang semakin menua, setiap hari saya hanya mengggantungkan kehidupan dari uluran tangan orang lain, seperti tetangga dan orang-orang kampung,” ujar Nurjani kepada kawan-kawan LSM- SP yang datang menyenguknya.

Mendengar cerita malang dari Nurjani, Bambang Heri bersama kawan-kawan LSM-nya, mengaku rasa kemanusiannya benar-benar merasa terpukul.

“Ternyata, masih ada warga Kabupaten Limapuluh Kota hidup memprihatinkan. Miskin dan melarat. Dia tinggal sebatang kara di gubuk deritanya yang kondisinya benar-benar sangat miris mencabik-cabik rasa kemanusian setiap orang yang datang melihatnya ,” ujar Bambang Heri yang bertekad akan menggalang donasi untuk meringankan derita Nurjani.  

Diakui Bambang Heri, berdasarkan cerita dari Nurjani, setiap hari wanita tua yang tak lagi berdaya dan tak punya apa-apa itu, menjalani kehidupannya dengan kondisi serba terbatas. Jangankan punya simpanan untuk hari tua atau memiliki perabotan rumah tangga nan mewah, tidurnya saja di atas tumpukan kayu beralasan seadanya.

“Nyaris tidak ada perabotan rumah tangga yang layak, selain panci untuk sekedar merebus air dan menanak nasi dengan tungku yang terbuat dari batu bata,” ungkap Bambang Heri diamini Ady Parker.

Bambang Heri menyebutkan, sebagai manusia, dia bersama-sama teman-teman LSM PSI benar-benar merasa prihatin melihat kondisi hidup yang dijalani Nurjani.

“ Hati kami benar-benar sangat tersentuh melihat kondisi tempat tinggal nenek Nurjani yang hanya berukuran 2×2 meter. Dengan sudah lanjut usia bermur 80 tahun, tentu dia tak mampu lagi bekerja secara normal. Karena itu, hati nurani kami terpanggil untuk berupaya mencarikan solusi bagi kehidupan Nurjani,” ulas Bambang Hari.

Bambang Hari berharap, akan hadir pemerintah dan orang-orang peduli mengatasi nasib malang Nurjani.

Semetara itu Walinagai Sungai Kamuyang, Dedi Sunardi, yang sempat dihubungi anggota LSM SPI bersama rekan media menyatakan bahwa, dulu Nurjani dibawa oleh suaminya menetap di Sungai Kamuyang. Selama berumah tangga, mereka dikarunia 2 orang anak.

“Untuk meringankan beban kehidupannya, bantuan sosial sudah pernah disalurkan untuk Nurjani. Pihak pemerintahan nagari akan berupaya memperjuangkan rumah tidak layak huni yang kini ditempati Nurjani,” ungkap Dedi Sunardi.

Kepada awak media Bambang Hari juga menceritakan bahwa, di Jorong Subaladuang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, tidak hanya Nurjani yang hidup seorang diri dengan kondisi yang juga sangat mempritinkan.

Setidaknya seorang pria beranjak tua bernama Asril (67 tahun), nasibnya tak lebih baik dibandingkan hidup yang dijalani Nurjani. Tinggal seorang diri di rumah gubuk reot berlantai tanah berdinding plastik dengan tempat tidur seadanya.

Lantas, masih adakah di negeri ini rasa kepedulian untuk berbagi dengan orang-orang bernasib malang yang tidak beruntung ini?

Oh..Nurjani, wanita renta nan malang itu kini menunggu hadirnya pemerintah dan orang-orang peduli. Semoga!(doddy sastra)

No More Posts Available.

No more pages to load.