Pasca Ambruk Dihantam Banjir, Warga Goro Bangun Jembatan Darurat

oleh -142 views

Sijunjung, dekadepos.com

Pasca ambruknya jembatan penghubung antara Nagari Batu Manjulur dengan Nagari Koto Baru, masyarakat setempat menggelar gotong royong untuk membangun jembatan darurat yang bersumber dari dana swadaya masyarakat didaerah tersebut.

Kegiatan gotong royong itu berlangsung setelah adanya musyawarah tentang inisiatif masyarakat untuk membangun jembatan darurat agar lebih memudahkan akses transportasi dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Selain itu, jembatan tersebut juga merupakan akses utama bagi masyarakat setempat.

Salah seorang pengurus Badan Permusyawaratan Nagari (BPN) Batu Manjulur, Aprizal menjelaskan, gotong royong tersebut dilaksanakan atas inisiastif masyarakat untuk membangun jembatan darurat. “Sebelumnya masyarakat menggelar musyawarah dulu untuk melakukan gotong royong pembangunan jembatan darurat, karena semenjak jembatan itu ambruk akses masyarakat cukup terganggu,” tuturnya, Selasa (3/3).

Pihaknya mengatakan, berkat semangat gotong royong dan kebersamaan itu, pembangunan jembatan darurat pun bisa terlaksana dan selesai dalam satu hari dengan dana sumbangan dan swadaya masyarakat yang digelar pada Minggu (1/3) kemarin. “Alhamdulillah selesai dalam satu hari, itu semua berkat kerjasama dan semangat gotong royong masyarakat,” ujarnya.

Inisiatif itu muncul agar lebih memudahkan akses transportasi penghubung antar nagari Batu Manjulur dan Nagari Koto Baru, Kecamatan Kupitan. “Jika kita tunggu pembangunan dari pemerintah mungkin akan memakan waktu yang lama, karena melalui tahapan dan proses administrasi terlebih dahulu. Sedangkan jalan itu merupakan akses utama untuk aktifitas masyarakat sehari-hari,” terangnya.

“Dan Alhamdulillah saat ini jembatan darurat sudah selesai dibangun, aktifitas masyarakat pun terbantu, tidak perlu lagi memutar lebih jauh untuk menyebrangi sungai,” jelasnya.

Sebelumnya, jembatan di Nagari Batu Manjulur ambruk akibat dihantam derasnya air sungai dan banjir bandang pada awal Februari lalu. Putusnya jalur penghubung tersebut sempat mengganggu akses masyarakat setempat. Selain tidak bisa dilewati, masyarakat harus memutar lebih jauh untuk bisa menyeberangi sungai.(Heru)