PDAM Payakumbuh tak Sikapi Seruan Walikota

oleh -1.944 views
Warga berkerumun bayar PDAM

BERKERUMUN BAYAR REKENING
PDAM Payakumbuh tak Sikapi Seruan Walikota

PAYAKUMBUH, dekadepos.com – Ini benar-benar kontradiksi dan dinilai tidak mengindahkan seruan Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan berkumpul-kumpul atau keramaian ditengah mewabahnya virus mematikan Covid-19.

Pasalnya, ratusan pelanggan PDAM Kota Payakumbuh berkerumun mendatangi loket pembayaran rekening air dari perusahaan milik daerah tersebut ditengah mewabahnya virus corona, Senin pagi (20/4/2020).

Dari pantauan awak media di halaman PDAM Kota Payakumbuh, ada dua titik loket pembayaran yang dibuka oleh PDAM Kota Payakumbuh. Yakni pada bagian ujung halaman yang sebelumnya merupakan tempat parkir mobil dan loket lama untuk penagihan.

Di kedua loket tersebut, terdapat antrian yang cukup panjang dengan jarak antar kerumunan pelanggan yang tidak sampai 1 meter. Pada loket yang lama, dilengkapi oleh bilik steril dari corona serta petugas yang siaga. Setiap pelanggan yang akan masuk ruangan, suhu tubuhnya diperiksa dengan thermogun.

Sedangkan, diluar ruangan masih ada pelanggan yang tidak memakai masker. “Saya kesini untuk membayar tagihan air PDAM,”kata salah seorang pelanggan yang sempat ditanya wartawan.
MULAI BESOK SUDAH BISA BAYAR AIR DI LOKET
Terkait adanya sekelompok masyarakat berduyun-duyun membayar tagihan air di PDAM Kota Payakumbuh, Senin (20/4) pagi, ternyata menimbulkan kerisauan oleh Wali Kota Riza Falepi.

Pasalnya, secara sebagai kepala daerah Riza Falepi sudah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona, Pemko menerapkan physical distancing dan social distancing.

“Seharusnya hal itu terjadi apabila PDAM menerapkan sistem IT di loket-loket yang tersebar. Meski sistem IT itu pernah bermasalah dan telah dikembangkan kembali oleh Pemko,” ungkap Riza Falepi.

Diakui Riza Falepi, semula IT nya memang bermasalah, karena providernya berantem, terus sudah tidak bisa melayani kita. “Akibatnya, kita jadi korban, akhirnya saya develop sendiri, dan sudah selesai minggu lalu. Dengan IT baru bisa bayar di 23 loket di Payakumbuh yang menyebar di 5 kecamatan,” terang Wako Riza.

Riza menyesalkan, adanya kelalaian petugas dengan belum menyikapi hal ini, ditambah ini terjadi akibat Perda PDAM belum ada, kadang sulit membangun manajemen yang baik.

“Akhirnya saya selesaikan hari ini, dan mulai besok sudah ndak boleh ngumpul-ngumpul bayar PDAM lagi, dengan mengaktifkan IT yang sudah selesai itu tanpa menunggu gerak kabag pelanggannya. Besok sudah bisa bayar di berbagai loket yang tersebar di seluruh kecamatan,” pungkas Wako Riza.

Riza berharap agar warga yang membayar tagihan air jangan menunggu deadline, jangan sampai tunggu batas akhir pembayaran, karena nanti akan terjadi keramaian disaat antri.

Terkait pembayaran air gratis bagi warga terdampak Covid-19, seperti yang pernah di rilis Humas Pemko Payakumbuh, Wali Kota menjelaskan rekening PDAM yang digratiskan itu untuk warga adalah pemakaian air di bulan April dan Mei.

“Sedangkan pemakaian sebelumnya yang pembayarannya jatuh di bulan April tetap menjadi tanggung jawab pelanggan,” kata Riza.

“Kemudian untuk mempermudah, manfaatkan loket yang tersebar di seluruh kecamatan kita, hindari kerumunan!,” himbau Riza. (edw)