Pekerjaan Revitalisasi Pendestrian Jam Gadang Diperpanjang 50 Hari

oleh -434 views

Bukittinggi,dekadepos.com

Sesuai batas kontrak pekerjaan Revitalisasi Pendesterian Jam gadang yang jatuh pada tanggal 29 Desember 2018, Dan Karena ada beberapa faktor yang tidak dapat dihindari, maka PT.CLM selaku Pelaksana pekerjaan hanya mampu menyelesaikan pekerjaannya 92,7 porsen. Untuk itu Pemko Bukittinggi sesuai Perpres Nomor .16 tahun 2018 dan Perka LKPP Nomor 9 Tahun 2018 memberikan kesempatan kepada PT.CLM untuk menyelesaikannya melewati tahun anggaran.

Sekretaris Dinas PU-PR,Rahmat AE didampingi Konsultan Pengawas Roni Junaidi kepada Dekadepos, Senin (31 /12) membenarkan  adanya keterlambatan pekerjaan Pendesterian Jam Gadang . Dimana sesuai Surat Perjanjian Kerja No mor.30/SPK-DPUPR-CK/VII-2018,Kegiatan Revitalkisasai dengan anggaran sebesar Rp.16.499.206.000,- itu, batas akhir pekerjaan pada tanggal 29 Desember 2018. Namun berdasarkan perhitungan Konsultan Pengawas bersama Kontraktor, hanya selesai 92,7 Porsen atau terlambat 7,3 porsen, ujar Rahmat AE.

Keterlambatan penyelesaian pekerjaan Pendesterian  Jam Gadang itu, menurut Rahmat AE dan Roni Junaidi, terkait dengan Faktor cuaca pada Bulan November dan Desember  yang sering hujan. Adanya perubahan Desaign yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Adanya penambahan Item Pekerjaan, seperti pembuatan Dam Tebing ,Panggung dan Penggantian lantai Plaza Pendesterian Jam Gadang dari Batu Granit kepada Batu Alam Andesit,serta kendala pengiriman bahan Material dari Jawa ke Bukittinggi,terutama kendala dijalan, ungkap Rahmat AE.

Dengan keterlambatan pekerjaan ini, kita memberikan kesempatan kepada PT.CLM untuk menyelesaikan pekerjaannya melewati tahun anggaran,dengan maksimal waktu 50 hari kalender kerja sesuai dengan Ketentuan Perpres nomor 16 tahun 2018 dan Perka LKPP Nomor 9 tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksana an Pengadaan Barang dan Jasa.Disamping itu juga sesuai ketentuan yang tercantum dalam Kontrak kerja. Apabila lewat 50 hari tidak juga selesai, barulah kontraktor yang bersangkutan diberi sangsi. jelas Rahmat AE menambahkan dalam masa penyelesainnya itu, pihak kontraktor juga dikenakan denda.

Sementara itu, Ardonis selaku Direktur PT.CLM yang dikomfirmasi Dekadepos,Senin kemaren,juga mengakui adanya keterlambatan pekerjaan,yang disebabkan oleh beberapa Faktor dilapangan. Namun selaku Pelaksanaan siap untuk menyelesaikannya sampai selesai 100 porsen, walaupun itu akan membayar denda,ujar Ardonis.

Sebab untuk menyelesaikan pekerjaan ini merupakan tanggung jawab dan harga diri sebagai pelaksana pekerjaannya.kata Ardonis sembari berterima kasih kepada Pemko Bukittinggi yang telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Ujar Ardonis menambahkan pekerjaan yang tersisa berupa Finishing Plaza Pendesterian dan penyelesaian tempat parkir sepeda motor dan Mushalla.

Hal yang sama dengan Sekretareis Dinas PU-PR.juga telah diungkapkan Wali kota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias kepada wartawan ketika Jumpa Pers yang di adakan di Aula Utama Balaikota Bukittinggi, Jumat (28/12) lalu. Untuk itu Walikota meminta untuk tidak berburuk sangka kepada Pemerintah Kota Bukittinggi. Dan yang pasti selesai Pendesterian Jam gadang ini 100 porsen, langsung kita buka untuk umum , kata Walikota Ramlan Nurmatias sembari meminta kepada Masyarakat bersabar menjelang Pendesterian Jam gadang ini selesai.( Edis )