Pelajar SMP Terjaring Razia PSK, Ibu Ini Nyaris Pingsan, ‘Sudah Ade, Kasian Papah’

oleh -6 views

Peristiwa, dekadepos.com

Hati orang tua mana yang tidak akan terluka jika anak kandungnya  yang diharapkan membawa nama baik keluarga malah terlibat dalam dugaan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Seperti yang dialami, seorang ibu berinisial STN, ia nyaris pingsan saat mengetahui putrinya ikut terjaring razia prostitusi oleh Satpol PP Kota Tangerang, Banten, Minggu (4/10/2020).

Ia tidak menyangka anak perpempuannya yang masih berstatus pelajar SMP berpamotan untuk membuat konten video dengan teman-temannya malah terlibat dalam  prostitusi.

“Sumpah dia bilangnya mau buat konten YouTube sama temen-temennya. Saya enggak tahu kalau dia jual diri,” kata STN di Kantor Satpol PP Kota Tangerang dilansir dari tribunwow.

“Kamu kenapa? Sudah kamu sekolah saja biar mama yang cari biaya. Ade, mama enggak ikhlas dunia akhirat kalau kamu dapat uang dari jual diri, biarin mama saja yang capek,” ucapnya terdengar lirih.

Bahkan STN sempat jatuh pingsan saat petugas menunjukan barang bukti beberapa alat kontrasepsi yang didapati dari tas putrinya tersebut.

“Ade, papah pasti lihat apa yang ade perbuat. Kasian papah ade,” katanm STN tampak tubuhnya lunglai.

Sebelumnya, Kepala Bidang Gakumda  Satpol Pp Tanggerang,

Ghufron Falfeli menyebutkan dalam operasi penegakan Perda 7/8 tahun 2005. Pihaknya mendapat 7 orang terduga PSK dan 3 pasangan bukan suami istri.

Dalam melancarkan aksinya para terduga PSK itu memanfaatkan aplikasi pesan singkat jejaring sosial MiChat.

“Berdasarkan keterangan yang kami gali, awalnya mereka tidak mengenal satu sama lainnya.”

“Namun karena sering menginap di hotel tersebut mereka membuat semacam komunitas,” beber Ghufron.

Bahkan, ketujuh orang terduga PSK tersebut secara swadaya menyewa tiga kamar sekaligus untuk memuluskan aksinya.

“Dua kamar mereka pakai untuk layani tamu. Satu kamar mereka pakai untuk berkumpul dan mereka patungan untuk membayar tiga kamar itu,” imbuhnya.

Ia mengungkap, ketujuh orang terduga PSK tersebut dikembalikan kepada orangtua guna dilakukan pembinaan.

“Karena masih di bawah umur kami minta kepada keluarga untuk menjemputnya.”

“Dan dibuatkan pernyataan kesanggupan untuk melakukan pembinaan terhadap anak – anak tersebut,” kata Ghufron.(*/tr)