Pelaksana Pembangunan Incenerator Di Payakumbuh Kembalikan Uang 1,6 M Lebih Ke Kas Daerah

oleh -3.189 views
Pelaksana Pembangunan Incenerator Di Payakumbuh Kembalikan Uang 1,6 M Lebih Ke Kas Daerah
Pelaksana Pembangunan Incenerator Di Payakumbuh Kembalikan Uang 1,6 M Lebih Ke Kas Daerah

Payakumbuh, Dekadepos com

Hingga kini Penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh masih terus bergerak menangani perkara dugaan Korupsi dalam pengadaan Incenerator atau pembakar sampah medis. Sejumlah pihak yang terkait juga telah dipanggil Penyidik untuk dimintai keterangan pasca penggeledahan yanh dilakukan di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Kasus Dugaan Korupsi Incenerator, Penyidik Kejaksaan Telah Panggil Belasan Saksi

Dampak dari penyidikan yang dilakukan Tim Kejaksaan yang dipimpin Kasi Pidsus Satria Lerino, SH dan Kasi Intel, Robby, SH, pihak rekanan mengembalikan uang mencapai milyaran rupiah ke Kas Daerah. Proses pengembalian tersebut dilakukan di Lantai III Bank Nagari Pusat Kota Payakumbuh Jalan Jend. Sudirman dihadiri Direktur Bank Nagari Cabang Payakumbuh serta Direktur RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh, dr. Efriza Naldi, serta dari Badan Keuangan Daerah (BKD), Rabu siang 8 April 2020.

Pelaksana Pembangunan Incenerator Di Payakumbuh Kembalikan Uang 1,6 M Lebih Ke Kas Daerah
Pelaksana Pembangunan Incenerator Di Payakumbuh Kembalikan Uang 1,6 M Lebih Ke Kas Daerah

Belum bisa diketahui pasti alasan pihak rekanan pelaksana pembangunan Incenerator mengembalikan uang yang cukup besar itu. Namun setidaknya, inilah pengembalian kerugian keuangan Negara terbesar yang pernah terjadi di Payakumbuh. Uang senilai Rp. 1.659.277.233.00 dibawa menggunakan tas hitam besar dengan masing-masingnya pecahan Rp. 50.000.

BACA JUGA: Tim Pidsus Payakumbuh Geledah RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh

Ditempat terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Payakumbuh, Suwarsono. SH didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Satria Lerino, SH dan Kasi Intel, Robby. SH mengatakan silahkan saja pihak-pihak terkait melakukan pengembalian kerugian negara jika mereka merasa ada kerugian negara, namun hingga saat ini proses hukum terkait persoalan itu masih berjalan.

” Silahkan saja kalau ada pihak-pihak terkait yang mengembalikan kerugian negara jika mereka merasa ada. Kita tetap fokus terhadap proses hukum.” Sebutnya di Kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh Kawasan Koto Nan IV. (Edw).