Pemanfaatan Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Organik

(Artikel Ini Dibuat kelompok Mahasiswa Faterna Universitas Andalas kampus II Payakumbuh)

Pemanfaatan limbah ternak sebagai sumber pupuk organik tentunya sangat bermanfaat untuk mendukung sektor
pertanian dan perkebunan masyarakat. Salah satu limbah ternak yang bisa dimanfaakan menjadi pupuk organik adalah kotoran kambing.

Berdasarkan penyuluhan kami  yang dilaksakan di Kandang Santai Farm milik Andri Maizul di Nagari Cubadak, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Rabu, 15 November 2023 lalu, kotoran kambing yang difermentasi menjadi pupuk organik memiliki tektur lebih bagus, karena tidak menggumpal dan sedikit lembab, namun tidak meneteskan air apabila di peras.

Pupuk organik seperti ini, mampu meningkatkan kualitas tanah dan mengurangi dampak lingkungan, terutama terhadap penggunaan pupuk kimia, karena penggunaan pupuk kimia secara berlebihan bisa merusak konstur tanah.

Berikut cara menghasilkan produk berupa pupuk organik yang berasal dari feses Kambing ;

  • Pertama, siapkan tempat atau hamparan yang ternaungi, jika hujan tempat tersebut tidak tergenang air. Bisa juga dibuatkan Bak penampungan dengan ukuran 3×4 meter.
  • Lakukan proses pencampuran bahan agar mudah dan merata bisa dilakukan dengan cara membuat lapisan-lapisan.
  • Pembuatan lapisan, dengan cara menghamparkan kotoran kambing  setebal ±20-30 cm, kemudian taburkan Dolomit, Abu dan Decomposer secukupnya.
  • Siapkan EM4 dari dosis yang ditetapkan yang dilarutkan dalam air
  • Kemudian disiramkan pada lapisan tersebut, hingga kadar air mencapai 40% atau bisa diukur dengan cara diremas dengan tangan, air tidak menetes atau bahan organik tidak pecah saat genggaman tangan di buka.
  • Buat lapisan berikutnya hingga semua bahan habis, kemudian lapisan tersebut dicangkul dari salah satu sisi searah hingga menimbulkan timbunan baru.
  • Lakukan lagi ke arah kebalikannya, kemudian ditimbun atau dibuat gunungan sebesar lebar terpal penutup.
  • Timbunan ditutup rapat dengan terpal dan bagian pinggir terpal diberi beban sehingga jika ada angin terpal tidak terbuka.
  • Diamkan selama 1 minggu. Setelah 1 minggu, terpal dibuka dan timbunan diaduk dengan tujuan pemberian airasi pada proses pengomposan. Proses pengomposan yang berhasil akan timbul panas dan dapat dirasakan saat pembongkaran gundukan.
  • Perkirakan setelah 3 minggu kompos sudah bisa dibongkar dan diangin-anginkan supaya menghilangkan bau amoniak dan sudah dapat dipakai.

(***)

Penulis adalah kelompok Mahasiswa Faterna Universitas Andalas kampus II Payakumbuh

Nama- Nama Anggota Kelompok
Meta Aulia Putri
Suci Rahmadan 
Wulandari Putri Minda
Very Hardian
Willy Winanda
Ilham Caniago
Andre Christover 

Dosen Pengampu 
Ir. Amrizal Anas, MP
Aditya Alqamal Alianta, S, Pt, M. Sc

Tujuan: Memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi peternak dalam pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik. Pemanfaatan pupuk organik ini akan memberikan keuntungan bagi peternak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *