Pemberantasan Narkoba di Pasbar, Bupati Tegaskan Bentuk Program Nagari Bersinar

oleh

Pasaman Barat, Dekadepos.com.

Dalam memberantss peredaran Narkoba Bupati Pasaman Barat Hamsuardi mendukung penuh program nagari bersinar seiring dengan pemberantasan Narkoba di Bumi Tuah Basamo. Karena Narkoba dipandang sebagai musuh bangsa, musuh semua orang. Ia menegaskan akan memfasilitasi pemberantasan Narkoba tersebut.

Dukungan disampaikan bupati Hamsuardi didampingi Wakil Bupati Risnawanto di hadapan Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat Brigjen Pol Drs Khasril Arifin, Kepala BNNK Sawahlunto AKBP Erlis, SH, MH , Kepala BNNK Solok AKBP Saifudin, S.IK , Kepala BNNK Pasbar Irwan Effendry, S.H , MM, Ketua DWP BNN Provinsi Sumbar ibu Rifa Mariza Khasril, Ketua DWP BNNK Solok, Ketua DWP BNNK Pasbar berserta rombongan yang hadir di ruangan bupati Pasbar, Jumat (2/4).

“Karena Pasaman Barat merupakan salah satu pintu masuknya Narkoba, yang merupakan sasaran embuk bagi pengedar. Sehingga perlu koordinasi kepada semua pihak untuk memberantasnya. Kita akan fasilitasi kebutuhan stakeholder pemberantasan Narkoba di Pasbar,”kata Hamsuardi.

Dan Ia bersama stakeholder terkait di Pemerintah Daerah akan mendukung pemberantasan Narkoba dengan menekankan kepada seluruh nagari untuk membuat program Nagari Bersinar. Karena, pengawasan di lapangan tidak cukup dengan aparat saja, namun perlu adanya pengawasan dari Niniak Mamak, orang tua, tokoh masyarakat.

“Melalui Nagari Bersinar ini BNNK dan Polres nanti bisa menyampaikan program pemberantasan Narkoba tersebut,”ujar Hamsuardi.

Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat, Brigjen Pol Drs Khasril Arifin mengatakan jika Pasbar merupakan salah satu pintu masuk Narkoba ke Sumbar. Karena posisi Kabupaten Pasbar berada di jalur perlintasan dan perbatasan antara Sumatera Utara dengan Sumatera Barat.

“Karena posisi Pasbar berada di pintu masuk Sumbar, maka perlu pengawasan ketat di sini. Saya minta pengawasan di Pasbar di perketat. Jangan sampai pengedar mencari mangsa di Pasbar,”kata Brigjen Pol Drs Khasril Arifin.

Dalam pemberatan Narkoba, lanjutnya tidak bisa satu pihak saja. Perlu komunikasi, koordinasi semua pihak terkait, sehingga pengedar tidak masuk ke Pasbar.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diadakan bakti sosial Jumat barokah bersama Indojalito. (SMS)