Pemko Bukittinggi Gratiskan Sewa Toko Pasa Ateh Selama 6 Bulan

oleh -743 views

Bukittinggi, dekadepos.com

Dengan dasar pertimbangan ekonomi masyarakat pedagang Pasa Ateh pasca Kebakaran dan Pembangunan kembali Pasa Ateh serta dampak dari Covid-19. Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias atas nama pemerintah Kota Bukittinggi menggratiskan sewa Toko Pasa Ateh untuk 6 bulan kedepan.Kebijaksanaan Walikota itu disambut dengan antusias para pedagang dan memunculkan semangat berjualan bagi para pedagang.

Pernyataan gratis sewa Toko selama 6 bulan itu disampaikan Walikota Ramlan Nurmarias dalam sosialisasi zonasi dan penjenisan dagangan serta besaran sewa pertokoan Pasa Ateh Bukittinggi yang dilaksanakan di Auditorium UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Selasa (30/6). Sosialisasi yang dihadiri langsung oleh walikota dan ratusan pedagang pasa Ateh, juga dihadiri jajaran Forkopimda,Wakil Walikota, Sekda dan SOPD terkait.

Dikatakan oleh Walikota Bukittinggi, H.Ramlan Nurmatias, Pasa Ateh terdiri dari empat lantai dan satu basement. Terdapat 835 kios yang pemegang hak sewa nya sudah ada, yakni, pemegang kartu kuning Pasa Ateh sebelumnya, ditambah puluhan pedagang yang menyewa di Pasa Ateh itu dan telah mengikuti lotting secara terbuka.

“Hari ini kita sosialisasikan zonasi dan penjenisan dagangan serta besaran sewa pertokoan Pasa Ateh serta aturan yang harus dipatuhi pedagang. Dimana pada intinya kios tidak boleh diperjualbelikan atau dipindahtangankan.Sesuatu yang terkait dengan kios itu, harus seizin dari Pemko Bukittinggi,” jelas Ramlan Nurmatias .

Dijelaskan, bahwa untuk besaran sewa pertokoan Pasa Ateh, telah dihitung oleh KPKNL. Untuk lantai I , ditetapkan sewa sebesar Rp 27.216.000 per tahun. Lantai II ditetapkan Rp 26.023.000, lantai III ditetapkan sebesar Rp 24 829.000 dan lantai IV ditetapkan sebesar Rp 22.441.000,-. Namun karena sudah 2,5 tahun tidak berdagang.Maka Walikota mengambil kebijakan untuk menggratiskan sewa sela ma enam bulan kedepan.

“Saya memahami karena pedagang baru melewati fase yang cukup mem pengaruhi perekonomian warga,kami selaku kepala daerah, mengambil kebijakan , untuk menggratiskan sewa pertokoan Pasa Ateh, selama enam bulan kedepan, mulai 1 Juli sampai 31 Desember 2020. Nantinya di awal tahun 2021, besaran sewa yang telah disepakati itu harus dilaksanakan. Inipun didukung oleh Forkopimda”.ungkap Walikota seraya berharap menjelang hari raya Idul Adha pasa Ateh sudah beroperasi secara keseluruhan.

Keputusan yang disampaikan Walikota itu disambut dengan antusias oleh para pedagang, sehingga membuat riuh ruangan pertemuan dengan tepuk tangan dengan keputusan yang sangat bijak dari Walikota itu.

Dalam pertemuan itu,Walikota juga menyebutkan, nantinya pedagang hanya membayar sewa saja, dan tidak ada lagi pungutan lain,seperti tidak ada lagi uang keaman an,tidak ada lagi uang kebersihan dan bahkan untuk WC pun juga digratiskan.                   

Dan Walikota juga mengingatkan, Pasa Ateh untuk berdagang, bukan untuk disewakan. Nantinya, tidak ada lagi istilah kartu kuning, tapi surat perjanjian sewa menyewa. Karena niat pemerintah, Pasa Ateh untuk pedagang yang ingin berdagang.ujar walikota ramlan Nurmartias menambahkan Ia atas nama Pemerintah Kota meminta pihak perbankan mensosialisasikan program KUR untuk pedagang, dengan bunga sebesar 6 persen per tahun. Sehingga program itu, dapat dimanfaatkan oleh pedagang untuk memulai perdagangannya.

Pedagang pasa Ateh, H. Yuhendri dan H.Nefrizal yang ditanya Dekadepos secara terpisah mengungkapkan rasa terima kasih atas kerja keras wali kota dan pemerintah Kota Bukittinggi dalam proses pembangunan kembali Pasa Ateh. Apalagi kebijakan dengan gratis enam bulan kedepan, sehingga pedagang bisa menyiapkan segala sesuatu terkait pertokoan tanpa memikirkan sewa toko enam bulan kedepan.

“Kami ucapkan terima kasih juga atas kebijakan Wali Kota yang sangat me ringankan kami pedagang untuk beberapa bulan kedepan. Apalagi sudah 2,5 ta hun tidak berjualan dengan maksimal. Dengan kebijakan itu, tentu sangat mem bantu kami.” ucapnya.

Keputusan Walikota Bukittinggi untuk menggratiskan sewa pertokoan Pasa Ateh, selama enam bulan kedepan juga mendapat respon positif dari Ketua DPRD Bukittinggi Herman Sofyan.

“Kita dari DPRD Bukittinggi sangat  mengapresiasi yang tinggi atas keputusan Walikota itu. Dimana satu hari sebelumnya, Pemko sudah menjelaskan beberapa hal terkait Pasa Ateh dengan DPRD dalam rapat kerja.Dan Kami anggota DPRD juga mengusulkan untuk diberikan keringanan bagi pedagang. 

Alhamdulillah, tadi diputuskan Walikota untuk menggratiskan sewa selama enam bulan. Ini tentu sangat membantu pedagang yang baru akan memulai proses perdagangan di Pasa Ateh,” ujar Herman Sofyan.

Kepala Dinas Koperasi,UKM dan Perdagangan Bukittinggi, Muhammad Idris, dalam pertemuan itu  menjelaskan,pembangunan Pasa Ateh berlangsung selama 1 tahun 4 bulan, mulai 1 Agustus 2019, dengan biaya APBN sebesar Rp 292 milIar. Jumlah toko 835 petak , terdiri dari, lantai I berjumlah 257 petak, lantai II berjumlah  278 petak, lantai III berjumlah 276 petak dan lantai IV berjumlah 24 petak (20 food court dan 4 counter mainan).

“Sampai saat ini, jenis dagangan yang didaftarkan sebanyak 24 jenis, paling mendominasi, 355 pedagang untuk pakaian jadi, 211 pedagang bordir dan selebihnya, sepatu, sandal, tas, hp, eloktronik, jam dan kacamata,” jelasnya.

Menurut Muhammad Idris,Setelah pertemuan,akan diadakan Lotting tempat yang akan dimulai Senin (6/7) depan yang dimulai dari pedagang pakaian jadi.( Edis )