Pemko Bukittinggi Tunda Pelaksanaan Belajar Tatap Muka

oleh -1.358 views
Rapat evaluasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bukittinggi yang dipimpin Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias didampingi Ketua DPRD Herman Sofyan ,Wakil Walikota H.Irwandi dan Forkopimda, Sekda H.Yuen Karnova dan OPD terkait pada Rabu (8/7) di Ruang Rapat Utama Balai kota Bukittinggi.

Bukittinggi,dekadepos.com

Pemerintah Kota Bukittinggi memutuskan menunda tatap muka siswa di sekolah. Hal ini dikarenakan situasi tanggap darurat diperpanjang dan Bukittinggi masih berada di zona kuning.

Keputusan itu didapat dari hasil rapat evaluasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bukittinggi yang dipimpin Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias didampingi Ketua DPRD Herman Sofyan,Wakil Walikota H.Irwandi dan Forkopimda, Sekda H.Yuen Karnova dan OPD terkait pada Rabu (8/7) di Ruang Rapat Utama Balai kota Bukittinggi.

Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias mengatakan, keputusan itu diambil setelah melakukan Rapat lewat Video Conference (Vidcon) dengan Gubernur Sumatera Barat kemaren. Dimana dalam rapat itu disebutkan Bukittinggi masih berada di zona kuning karena masih ada kasus positif sehingga tatap muka disekolah ditunda, menunggu kondisi aman dan berada di zona hijau.

Dikatakan, sebenarnya Bukittinggi sudah berada di zona hijau beberapa waktu lalu, karena sempat lebih sebulan tidak ada kasus lagi. Pemko Bukittinggi pun sudah siap untuk memulai proses belajar mengajar secara bertahap dengan protokol Covid-19. Namun beberapa waktu lalu, timbul lagi kasus positif sehingga Bukittinggi turun menjadi kuning dan masih tanggap darurat.

Terkait pelaksanaan tatap muka bagi siswa disekolah itu, Bukittinggi akan menerapkan SKB 4 Mentri yang telah ada. Kemungkinan proses belajar mengajar akan memakai dua sistem, tatap muka dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Luring dengan cara penjemputan bahan kesekolah tiap minggu. Pemko Bukittinggi terutama Dinas Pendidikan masih menyiapkan tata laksananya.

Terkait kondisi kota Bukittinggi, Wako Ramlan tetap menegaskan masyarakat harus menerapkan protokol penanggulangan Covid-19 dengan ketat. Terlihat saat ini masyarakat mulai lalai menerapkan protokol penanggulangan Covid-19, seperti sudah cuek tidak memakai masker saat keluar rumah. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan, mengingat arus kunjungan tamu ke kota Bukittinggi mulai membludak dan tidak mungkin kita cegah. Jika msyarakat tetap disiplin memakai masker dan rajin cuci tangan, maka insya Allah penularan Covid-19 dapat kita putus, tutup Ramlan Nurmatias.

SHALAT IDUL ADHA DIADAKAN DILAPANGAN

Selain membicarakan Sekolah, Rapat evaluasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bukittinggi juga memutuskan, Pemerintah Kota Bukittinggi akan melaksanakan Shalat Idul Adha 1441 H di Lapangan WIrabraja (Lapang Kantin). Keputusan itu di ambil setelah Pemko mengeluarkan kebijakan membuka masjid untuk melaksanakan shalat Jumat dan shalat berjamaah dan memberikan kesempatan masyarakat beraktifitas di Masjid.

Pertimbangan lainnya, kemungkinan perantau akan banyak yang pulang kampung merayakan Idul Adha di kampung halaman. Sehingga kemungkinan masjid tidak mampu menampung membludaknya jamaah Shalat Idul Adha 1441 H.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, walaupun Pemko Bukittinggi memutuskan melaksanakan Shalat Idul Adha 1441 H bersama masyarakat, namun protokol penanggulangan Covid-19 tetap dilaksanakan secara ketat. Seperti tikar shalat akan digelar memanjang kebelakang, bukan memanjang kesamping. Sehingga mencegah jamaah shalat dengan rapat.

Selain itu Imam dan Khatib akan diambil dari dalam Kota Bukittinggi saja. Untuk menjaga keamanan dan memutus penularan Covid-19. Pemakaian masker tetap diwajibkan dan jamaah shalat Idul Adha tetap harus mencuci tangan menggunakan sabun serta menjaga jarak.

Untuk kepastian tata laksana Shalat Idul Adha, akan dirapatkan lebih lanjut dengan PHBI dan pihak terkait lainnya. Walikota Ramlan Nurmatias menegaskan, jika masyarakat tetap disiplin memakai masker saat keluar rumah dan tetap rajin cuci tangan, maka insya Allah Kota Bukittinggi akan tetap aman dari penularan Covid-19.( Edis )