Pemko Gelar Diskusi Publik Pembuatan Buku RPB

oleh -419 views

Bukittinggi,Dekadepos.Com.

Wakil Walikota Bukittinggi H.Irwandi membuka secara resmi Diskusi Publik tentang Pembuatan Buku Rencana Penanggulangan Bencana Kota Bukittinggi ta hun 2018.Diskusi Publik diadakan di Ruang Rapat Utama Balaikota Bukittinggi. Kamis (15/11).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bukittinggi,Musmulyadi dalam laporannya me ngatakan pada Tahun 2018 ini Kegiatan Kajian Resiko Bencana (KRB) menjadi bagi an dalam pembuatan rencana penanggulangan bencana kota Bukittinggi.

kegiatan ini dilakukan BPBD Kota Bukittinggi bekerjasama dengan rekanan PT. DRR Indone sia. Kerjasama dari dua lembaga ini diharapkan mampu menghasilkan sebuah Ren cana Penanggulangan Bencana (RPB) yang nantinya dapat menjadi pertimbangan daerah dalam menetapkan kebijakan daerah terkait penanggulangan bencana Ko ta Bukittinggi dalam 5 tahun kedepan.

Proses penyusunan RPB sudah berjalan semenjak bulan Juli lalu yang diawa li survey dan verifikasi lapangan tim konsultan ke tingkat kelurahan.
Sosialisasi dan koordinasi tim pendamping lintas SKPD serta tahapan sistensi daerah terkait dengan konten dasar RPB dan akar permasalahan bencana di Kota Bukittinggi. Sa at ini memasuki tahapan pemaparan hasil dan menghimpun masukan serta kese pakatan bersama dari hasil analisa yang dilakukan dalam bentuk diskusi public.

Tim pendamping telah merumuskan 7 bencana yang berpotensi di Bukitting gi . Seperti Gempa bumi, Longsor,Banjir,Kekeringan,Wabah penyakit,Konflik Sosial dan Letusan Gunung Api. Pekerjaan ini telah mencapai 85 persen, dua tahap lagi mencapai finis. Hari ini tahapan ke 9 yaitu diskusi publik guna menerima masukan, saran, kontribusi pemikiran terhadap penyempurnaan buku, sehingga hasilnya ak tual dan sesuai kondisi daerah serta kebutuhan masyarakat.ungkap Musmulyadi.
Sementara itu,Wakil Walikota Bukittinggi H.Irwandi pada kesempatan itu mengatakan Bukittinggi secara geografis merupakan salah satu daerah yang ra wan bencana, karena berada dipatahan semangka dan sianok, disamping itu juga ada ancaman bencana lain yang mungkin terjadi.Karena itu perlu langkah antisipa tif , sehingga bencana itu dapat diantisipasi secepat dan sedini mungkin. Pemko Bukittinggi menyadari diperlukan upaya peningkatan manajemen penanggulang an bencana di Kota Bukittinggi.Sebagai dasar penyusunan manajemen penanggu langan bencana diperlukan suatu kajian khusus menilai risiko bencana sesuai stan dar nasional.
Menurut Irwandi, banjir bisa menjadi salah satu faktor penyebab bencana, tetapi bukan dikategorikan bencana,karena banjir lebih kepada genangan air yang diakibatkan drainase yang tidak lancar.Konflik sosial potensi nya kecil terjadi, Teru tama karena kota kita adalah kota persinggahan yang akan dimasuki oleh efek ne gatif yang mungkin saja berkembang kepada masalah yang menjurus kepada konf lik sosial.

Sementara ancaman erosi dan tanah longsor selalu ada karena Bukitting gi terdiri dari 27 bukit, ada ngarai yang potensial longsor. Kawasan ngarai sianok akan menerima sertifikat geopark nasional pada 1 Desember dan akan dijadikan global geopark nantinya.ujar Irwandi.

Untuk itu,dengan Diskusi Publik ini,diharapkan peserta dapat aktif dalam diskusi ini karena hasil diskusi akan menjadi rujukan dalam penyusunan buku. Se mua pihak bukan hanya BPBD akan ikut andil dalam proses implementaasi dan pe nerapannya dalam 5 tahun kedepan.Oleh sebab itu mari kita berdiskusi dan meng usulkan masukan yang membangun dan komitmen bersama untuk membuat ren cana penanggulangan bencana ini sejalan dengan kondisi daerah. Jika dibutuhkan kita bentuk sebuah Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) yang mampu mengawal dan memantau sejauh mana implementasi dari hasil rencana penanggu langan bencana yang kita susun nantinya.harap Wakil Walikjota H.Irwandi… (Edis)