Penanganan Covid-19, Sijunjung Belum Miliki Ruang Isolasi Standar

oleh -81 views
dr. Edwin Suprayogi saat bertemu wartawan
dr. Edwin Suprayogi saat bertemu wartawan didampingi Kabid Pelayanan Azmardan, SKM

Sijunjung, dekadepos.com

Pelaksana Tugas (Plt) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung, dr.H.Edwin Suprayogi, M.Kes, menyebutkan bahwa RSUD Sijunjung terus berupaya berbenah diri menuju rumah sakit yang berkualitas.

Hal itu disampaikan dr. Edwin Suprayogi saat bertemu wartawan. Edwin sendiri ketika itu didampingi Kabid Pelayanan (Azmardan, SKM) , Kabid Keuangan (Lis Elfianti, SE), Kasi Penunjang Medis (Fenny Rifdayulianti, S.Farm., Apt), Kasi Penunjang Non Medis (Fadhillah Rahmi, Apt,., M.Farm), dan dr Yeni Putri, Sp.P. kepada para wartawan dalam jumpa pers, Selasa (7/4/2020).

Terkait dalam penanganan COVID-19. Diakuinya, bahwa RSUD Sijunjung belum memiliki ruang isolasi yang sesuai standar/ aturan. RSUD Sijunjung baru memiliki ruang isolasi di IGD dan sedang dalam penyelesaian ruang isolasi di gedung paru.

Edwin juga mengakui RSUD Sijunjung akan memanfaatkan sementara ruang pelayanan lantai 3 menangani pasien COVID-19, dan masih harus bekerjasama dengan RSUD Solok.

“Tak mungkin kami bunuh diri, memaksakan pelayanan yang berisiko bagi tenaga kesehatan. Penting melengkapi sarana prasarana untuk merawat pasien COVID-19 sedang, sehingga kami selalu koordinasi dengan RSUD Solok. Tak hanya Sijunjung, daerah lain juga banyak tak mampu menangani pasien dengan kriteria PDP sedang apalagi berat”, tegas mantan Kepala Dinas Kesehatan Kab.Sijunjung tersebut.

BACA JUGA: Gubernur Sumbar Tinjau Posko Perbatasan Penanganan COVID-19 di Sujunjung

Di sisi lain, Edwin juga mengatakan anggaran sarana pasarana untuk COVID-19 jumlahnya Rp2,2 milyar. Meski begitu, anggaran tersebut belum ada yang cair dan masih menunggu proses persetujuan pusat karena itu anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Belanja tak terduga usulan ke bupati melalui TAPD sejumlah Rp 4 milyar untuk belanja ruang isolasi, perbaikan ambulan khusus covid-19, pengadaan APD, insentif tenaga medis paramedis dan alat kesehatan, baru pada tahap usulan rencana biaya tak terduga”, ucap Edwin.

RSUD Sijunjung membutuhkan masker bedah 250 lembar perhari, “Persediaan untuk dua hari ke depan masih tersedia. Untuk memenuhi permintaan masker RSUD Sijunjung bekerjasama dengan masyarakat yg mendonasikan berupa penjahitan” jelas Edwin.

BACA JUGA: Waspada Penyebaran Covid-19, Bupati Tinjau RSUD Sijunjung

Dijelaskan Edwin, saat ini tercatat Orang yang di screening di RSUD
Sijunjung mencapai 1.112 orang. 10 orang ODP, 3 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), masing-masing 1 PDP ringan, 1 PDP Sedang di rujuk ke RSUD M.Natsir Solok dan sudah pulang serta satu PDP Berat ke RSUP M Djamil Pasien yang masih dirawat berjumlah 1 orang. (Heru)