Penganut Ibrahim Tauhid di Solok Kembali Masuk Islam

oleh -509 views
Suasana musyawarah penganut aliran Ibrahim Taiuhid yang kembali keagama Islam
SOLOK, Dekadepos.com
 
Penganut Muslim Ibrahim Tauhid yang ada di Korong Rimbo Panjang, Jorong Kapuah, Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, akhirnya kembali mengucapkan syahadat, atau kembali masuk ke Agama Islam.
 
Hal itu dilakukan Rabu (29/7), setelah melalui perdebatan dan diskusi yang alot. Kembalinya para penganut Ibrahim Tauhid  ke agama Islam ini, setelah Kanit Polsek Singkarak Bripka Deli Harapno memfasilitasi pertemuan antara Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kecamatan X Koto Singkarak Irman, S.Ag, Walinagari Nagari Sumani Masri Bakar, SE, Kepala Jorong Kapuh Erifal, bundo kandung, tokoh masyarakat serta walijorong se-Nagari Sumani.
 
Selain itu tampak hadir, Penyuluh Agama Non PNS KUA Kecamatan X Koto Singkarak, Kasi Pelayanan Pemerintah Nagari Sumani Desnawati,
Ketua MUI Kecamatan X Koto Singkarak Hasan Basri, Penghulu Fungsional KUA Kecamatan X Koto  Singkarak Syarifuddin, Penyuluh Fungsional KUA Kecamatan Koto Singkarak Dra. Musnawati, Babinkamtibmas Nagari Sumani, Aiptu Iyam Sadeli, serta perwakilan pemuda Jorong Kapuah.
 
Pertemuan digelar dikediaman Zainul, salah satu pengikut ajaran  Muslim Ibrahim Tauhid tersebut, hadir para para pengikut lainnya, Yakni Muhammad Syukur (47), petani, suku Guci, asal Jorong Kapuah, merupakan adik ipar Zainul. Kemudian, Doni Kasmara (40), petani, suku Guci asal Kelurahan VI Suku Kota Solok yang merupakan keponakan M Syukur. Lalu, Zainul (65), petani, suku Sikumbang, warga Jorong Kapuah, yang merupakan paman Arlan, salah satu pengikut asal Kota Padang. Lalu, Lusiana (55) ibu rumah tangga, suku Guci Jorong Kapuah, adalah kakak M Syukur. Serta Aisyah (37) ibu rumah tangga, suku Guci, warga Jorong Kapuah, yang merupakan keponakan M Syukur.
 
Setelah melalui diskusi dan perdebatan yang cukup alot, para pengikut  Muslim Ibrahim Tauhid tersebut, akhirnya mereka menyadari kekeliruannta dan menyatakan kembali ke Agama Islam. Para pengikut tersebut akhirnya kembali mengucapkan dua kali kalimat Syahadat dengan disaksikan oleh hadirin yang hadir.
 
Walinagari Sumani Masri Bakar, SE, menyatakan pihaknya sangat senang sekaligus tenang, pihak yang semula diduga sebagai penganut aliran sesat ini, akhirnya kembali ke ajaran Islam. Dengan kembalinya para penganut ke ajaran Islam, Masri Bakar meminta seluruh masyarakat untuk menerima kembali para pengikut seperti sedia kala.
 
“Kita harapkan situasi kembali kondusif dan masyarakat kembali bisa menerima mereka seperti semula, dan tidak ada lagi diskriminasi,” sebut Masri Bakar.
 
Kanit Intelkam Polsek X Koto Singkarak, Bripka Deli Harapno, menyatakan pihaknya telah melakukan lidik hal ini sejak April 2020 lalu. Kanit Intel yang dikenal sangat dekat dengan masyarakat ini menyatakan dengan telah selesainya permasalahan ini, diharapkan seluruh elemen di masyarakat Sumani dan Kabupaten Solok, bisa menerima dan tidak lagi terjadi gejolak.
 
“Kita harapkan situasi kembali normal. Jangan lagi ada masyarakat yang resah. Persoalan sudah selesai. Mari kita kembali beraktivitas dan menerima mereka kembali, seperti sedia kala,” ujar
Bripka Deli Harapno.
 
Menurut salah seorang penganut, Zainul, mereka menyadari sudah keliru dan salah dalam bersikap. “Kami melakukan perundingan dan membahas hal ini bersama pihak keluarga lainnya dan akhirnya kami menyadari salah jalan dan menyatakan kembali ke ajaran Islam. Mudah-mudahan peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kami ke depannya,” ujar Zainul, Jum’at (31/7).