Penyebar Hoax Corona Diburu Polres 50 Kota

oleh -4.797 views
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo. (Foto. Harian Haluan)

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Setelah berhasil menangkap seorang terduga penyebar Hoax di Kota Payakumbuh, aparat kepolisian kembali memburu seorang warga yang diduga melakukan hal yang sama. Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo menyebutkan bahwa pelaku penyebar Hoax tersebut hingga kinimasih diburu oleh jajarannya.

Sebelumnya, pelaku yang diketahui di media sosial Facebooknya bernama Lam-Think menulis bahwa ada seorang warga Andiang Kecamatan Suliki yang diduga terkena Virus Corona atau Covid-19 setelah ia pulang dari Singapura. Hal tersebut dituliskan pelaku di dinding facebook miliknya, bahkan postingan itu juga telah dikomentari dan dibagikan oleh pengguna internet.

“ Asli dak hoax do. Waspda virus corona

Virus Corona telah menyebar ke Kabupaten Limapuluh Kota.

Tepatnya di kecamatan Suliki, warga Andiang yang baru pulang dari Singapura.

Siang tadi sekitar pukul 14.30 warga tersebut memeriksakan diri di RS Achmad Darwis Suliki dan langsung dirujuk ke RS M Djamil Padang.

Petugas RS Achmad Darwis saat ini menutup akses ke UGD, sebelum UGD disterilkan.

Petugas RS Achmad Darwis juga menghimbau agar masyarakat selalu memakai masker dan menghindar sentuhan apapun”

 “ Terkait untuk penyebaran Hoax di Kabupaten Limapuluh Kota, telah kita identifikasi dan pelaku tengah kita buru, ia merupakan warga salah di Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota. Mudah-mudahan hal ini bisa mengantisipasi penyebaran Hoax lainnya.” Sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo disela-sela mengikuti pembagian ratusan masker dan Hand Sanitizer yang dilakukan bersama Dandim di depan Makodim 0306/50 Kota, Senin sore 23 Maret 2020.

Kapolres juga menghimbau warga untuk menelaah dan meneliti kebenaran suatu informasi yang diterima sebelum dibagikan kepada orang lain.

“ Terus kita ingatkan, baik melalui spanduk atau media lainnya agar masyarakat tidak mudah percaya dan langsung membagikan informasi yang diterima yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Saring dulu informasi sebelum di Sharing atau dibagikan.” Tutupnya. (Edw).