Pemnag Pangkalan Gelar Rapat Tanggap Bencana

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Pasca terjadinya musibah kebakaran terhadap sekolah Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) Pangkalan, Sabtu (1/9) sekira pukul 21.00 Wib, Pemerintahan Nagari bersama anggota Badan Permusyawaratan (Bamus) Nagari Pangkalan, menggelar rapat pembahasan  tanggap bencana kebakaran MTsM Nagari Pangkalan, Senin (3/9) bertempat di aula kantor Walinagari setempat.

Bacaan Lainnya

Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksamano bersama Sekretaris Nagari, Hari Mandala menginformasikan bahwa, hasil rapat pemerintahan nagari tersebut memutuskan bahwa, Walinagari bersama perangkat Nagari dan anggota Bamus sepakat memberikan iuran, disamping itu Pemerintahan Nagari juga mengalokasikan dana penanggulangan bencana untuk membeli warles dan mobiler.

“ Bantuan dari pemerintahan nagari itu akan diserahkan  kepada panitia besar pembangunan kembali gedung MTsM Pangkalan,” ungkap Rifdal Laksamano.

Lebih jauh diungkapkan Rifdal Laksamano, untuk membangun kembali gedung MTsM Pangkalan yang terbakar, dalam waktu dekat ini akan segera dibentuk panitia pelaksana kegiatan pembangunan kembali MTsM Pangkalan.

“Bagi para donatur yang ingin membantu proses belajar mengajar dan pembangunan kembali MTsM Pangkalan, diharapkan menyalurkan bantuan langsung ke rekening BRI 0256-01-011032-53-8 a/n MTsM Pangkalan,” ujar Rifdal Laksamano sekaligus menyampaikan agar bukti setor  difoto dan kirim melalui WhatsApp (WA) Pangkalan Community Group untuk identifikasi dan klarifikasi sumbangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, musibah kebakaran yang telah menghaguskan bangunan sekolah Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) Pangkalan terjadi, Sabtu (1/9) sekira pukul 21.00 Wib.

Tokoh masyarakat Nagari Pangkalan bertekad akan membangun kembali gedung MTsM Pangkalan yang hangus terbakar.

“Sejauh ini apa penyebab kebakaran belum diperoleh informasi. Namun berat dugaan, peristiwa kebakaran yang telah menghanguskan bangunan sekolah kebanggaan masyarakat Nagari Pangkalan yang dibangun pada tahun 1950 itu, akibat  arus pendek atau korsleting listrik,” ungkap Walinagari Pangkalan Rifdal Laksamano..

Diakui Walinagari Pangkalan Rifdal Laksamano, kerugian atas terjadinya kebakaran yang telah menghanguskan Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Pangkalan itu mencapai Rp 2 Milliar. Akibat musibah kebakaran itu, sedikitnya 173 orang murid yang mengikuti pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Pangkalan, telah kehilangan tempat belajar,” pungkas Walinagari Pangkalan Rifdal Laksamano.  (edw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *