Pertama di Sumbar Minta Pelonggaran, Wagub: Bukittinggi Sudah Miliki Kajian Keluar dari PSBB

oleh -323 views

Bukittinggi,Dekadepos.com

Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias merupakan walikota yang pertama meminta pelonggaran setelah pelaksanaan PSBB dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ditengah tengah masyarakat.

Dasar pertimbangan pelonggaran PSBB itu, karena kondisi covid-19 sudah melandai di Bukittinggi. Disamping untuk menyelamatkan kondisi ekonomi masyarakat  Bukittinggi agar tidak bertambah hancur dan menghindarkan dampak sosial yang lebih buruk lagi.

Untuk itu, kita sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bukittinggi untuk melakukan pelonggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan bahkan ingin keluar dari PSBB yang diterapkan Provinsi Sumatera Barat. Ungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat H.Nasrul Abit saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Bukittinggi yang disambut Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias bersama wakil walikota H.Irwandi, Sekda, H.Yuen Karnova dan SKPD terkait di ruang kerja Walikota, Rabu (27/5).

Dikatakan Wagub Nasrul Abit, Kota Bukittinggi sudah memiliki kajian untuk keluar dari kondisi PSBB, tentu tetap melaksanakan protokol penanganan Covid-19. Jika nanti ada bantuan keamanan dari pusat, dapat dimanfaatkan untuk mengamankan daerah. Apalagi, mulai tanggal 1 Juni 2020 ini Objek Wisata akan dibuka kembali, pasar mulai dibuka, bulan Juli sekolah akan dibuka secara bertahap.

Menurut Wagub, Setelah ada kajian yang lengkap oleh masing masing dae rah, Pemerintah Propinsi akan mempertimbangkannya, karena sangat tergantung kepada kesiapan masing-masing. Jika daerah siap, propinsi tidak masalah. Soal penang gulangan dari sisi kesehatan, kita tanggulangi bersama-sama, Propinsi tidak akan lepas tangan, ujar Nasrul Abit.

Sementara Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias kepada Wagub Sumatera Barat, mengatakan kondisi Bukittinggi terkini telah dilaporkan kepada Gubernur. Alhmdulillah kondisi Covid 19 di Bukittinggi sudah bisa dikendalikan.Dan kita di Bukit tinggi tidak ingin hanyut dengan ketakutan, kita mulai memulihkan diri. Kata Ramlan Nurmatias.

Walaupun keluar dari PSBB, namun standar Covid-19 tetap dilaksanakan. Kuncinya, masyarakat harus mau dan patuh memakai masker dan yakin keluar masuk rumah dengan sehat sesuai standar kesehatan. Bukittinggi akan mengadopsi aturan dari menteri kesehatan untuk mempersiapkan pelonggaran setelah PSBB ini. Ada peluang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat kembali beraktifitas. Tentu dengan kajian dan persiapan yang matang. Termasuk membuka kembali sekolah pada bulan Juli, dengan persiapan dan perubahan terkait jam pembelajaran.

“kita harus berani melangkah. Tidak mungkin kita terpaku dengan kondisi covid 19 tanpa beraktifitas. Dampak sosial yang menuju negatif akan sangat besar nantinya. Bagi yang sakit dan tertular tetap akan kita obati maksimal. Untuk itu Pemko Bukittinggi memutuskan untuk mendorong masyarakat beraktifitas kembali dengan membuka pasar, objek wisata, tempat ibadah dan sekolah secara bertahap. Kita persiapkan dengan matang, pasar, objek wisata, masjid dan sekolah akan disiapkan tempat pencuci tangan”.ungkap walikota Ramlan Nurmatias.

Namun demikian,Kita tetap tegaskan agar masyarakat beraktifitas dengan standar protokol penanganan Covid-19. Harus memakai masker keluar rumah, rajin cuci tangan dan kalau tidak terlalu perlu keluar rumah jangan keluar rumah. “protokol kesehatan tetap diutamakan” pungkas Walikota Ramlan Nurmatias. ( Edis )